TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman October 05, 2016 | Kemaleman | Komentar
Inilah Walikota Terjujur Se-Indonesia, Tak Punya Uang Hingga Ngutang Ke Anak Buah
Pilkada langsung di 264 kabupaten & kota seluruhnya Indonesia sudah digelar. Dari hasil hitung serentak, sudah ketahuan jumlahnya nama jauh mengungguli lawan-lawannya. Mereka serta dijamin bakal memimpin daerah masing-masing.

Saat kampanye, janji-janji diobral. Kini dengan cara apa sesudah terpilih? Akankah para kepala daerah baru ini pula tidak korupsi?

Ada kisah menarik seseorang wali kota yg jujur. Kebetulan ia pun seseorang perwira polisi.

Inspektur Polisi I Anwar Maksoem menjabat Wali Kota Bukittinggi th 1960-1967. Tujuh thn menjabat, ketajiran Anwar Maksoem tidak bertambah.

Ceritanya th 1967, sesudah tak menjabat juga sebagai Wali Kota, Anwar kembali ke kepolisian. Dia berdinas di Komdak sekarang ini( Polda) Sumatera Barat yg bermarkas di Padang. Kondisi perekonomian diwaktu itu benar-benar sedang tidak baik. Sebagai polisi yg cuma mengandalkan penghasilan tidak dengan korupsi, Anwar kesulitan.

Hartanya yg paling bernilai, tanda pangkat balok dari emas telah dijualnya. Uangnya serta telah habis utk makan & kebutuhan sehari-hari. Demikian dikutip dalam buku Brigadir Jenderal Polisi Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa, Gubernur di Tengah Pergolakan, terbitan Pustaka Sinar Harapan thn 1998.

Suatu hri Anwar mau merokok. Tapi duit di sakunya benar-benar telah habis. Dia serta meminjam duit terhadap anak buahnya yg bernama Ahmadsjah. Ahmadsjah ini hanya pegawai sipil di Polda Sumbar.

Kira-kira percakapannya seperti ini:

"Mad ada duit Rp 25? Bpk pinjem lalu, kata Anwar.

Ahmadsjah menyangka bosnya bergurau. Masak satu orang perwira, mantan Wali Kota ingin pinjem duit Rp 25 buat beli rokok? "Bapak becanda ya?" balas Ahmad.

Anwar menggeleng. tak bapak benar-benar tak punyai duit, akunya.

Maka Ahmad serta memberikan pinjeman Rp 25 dgn hati bingung. Tapi Inspektur Anwar cuek saja. Dia menikmati rokoknya dgn nikmat.

Inspektur I Anwar Maksoem yaitu polisi mula-mula yg jadi wali kota. Dia mendampingi Kombes Pol Kaharoeddin, polisi mula-mula yg jadi Gubernur. Keduanya sama-sama jujur. Saat itu benar-benar jadi kepala daerah bukan utk korupsi.

Semoga ada kepala daerah sejujur ini lagi di Indonesia. Dan benar-benar tidak punyai duit sebab tidak korupsi, bukan dikarenakan pencitraan semata. ( Sumber )

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment