TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman October 09, 2016 | Kemaleman | Komentar
Bule Ini Memperbaiki Jembatan Yang Rusak Di Daerah Terpencil Indonesia, Tapi Di Denda 195 Juta
Kenyataannya tidak selamanya maksud bagus itu dapat terjadi dgn mulus. Seperti problem yg dialami oleh satu orang arsitek mulai sejak Swiss, Toni Ruttiman.

Niat baiknya terhadap memperbaiki puluhan jembatan di daerah-daerah terpencil di Indonesia mesti macet sebab ribetnya birokrasi pengiriman barang.

Cerita pengalaman ini mula-mula kali dibagikan oleh sosiolog sekaligus akademis permulaan kampus Indonesia, Imam Prasodjo di akun Fb miliknya. pada akunnya, Imam menceritakan seluruhnya keluh kesah Ruttiman ketika menciptakan jembatan di Indonesia.

Imam menjelaskan, Ruttiman datang ke Indonesia sebab hatinya tersentuh menyaksikan pemberitaan tentang keadaan jembatan di Indonesia. lebihlebih, waktu dia menonton anak-anak mesti bergelantungan di jembatan biar hingga di sekolah.

Saat itulah Ruttiman memutuskan guna turun tangan menggandeng masyarakat bergotong-royong menempatkan jembatan gantung kepada meneruskan taktik yg terputus.

“Ruttiman telah menghasilkan 61 jembatan gantung di pelosok Nusantara seperti di Banten, jawa barat, jawa tengah, jawa timur, Sulawesim Maluku Utara, tengah NTT,” kata Imam seperti dilansir Kaskus.co.id.

Namun seluruhnya itu mesti terhenti dikarenakan tidak mendapat dukungan penuh permulaan pemerintah. dipercaya Imam, beliau teramat malu dikarenakan sikap pemerintah yg memperlambat birokrasi pengiriman benda. tidak cuma itu, besar nya bea cukai sampai rupiah 195 pun membuatnya merasa amat malu.

“Terus jelas aku malu menghadapi ihwal ini. aku mau sekali berteriak sekerasnya mewakili rakyat yg tatkala ini semula berharap pertolongan Toni Ruttiman. Maukah pemerintah membawa alih denda yg mesti dibayar ini? aku terus terpikir, bisakah kita bersama-sama urunan buat edit denda itu supaya kita yang merupakan bangsa setidaknya mempunyai harga diri? Entahlah!,” tutupnya.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment