TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman October 12, 2016 | Kemaleman | Komentar
Kisah Seorang Istri Menangis Karena Terlalu Lama Di Tinggal Suaminya Untuk Buang Air Kecil
Peristiwa haru sekaligus menggelikan di tengah padatnya lalu lintas arus di kawasan Lewo, Kecamatan Malangbong, Kab. Garut, Minggu (9/10). Di tengah teriknya siang dan bisingnya deru suara kendaraan, tiba-tiba saja terdengar suara teriakan seorang wanita. Sambil mengenakan helm, ia berlari memanggil-manggil nama seorang pria. Setelah diselidiki ternyata, wanita tersebut ditinggal oleh suaminya pergi mengendarai sepeda motor ke arah Bandung.

Sambil terus teriak, Ny. Hilda (35) demikian nama wanita itu mengaku warga Cilacap, Jawa Tengah. Ia baru saja pulang dari kampung halamannya dengan dibonceng sepeda motor bersama anak dan suaminya, Hendra (40). Di kawasan Lewo Kecamatan Malangbong ia singgah dulu di sebuah warung pinggir jalan untuk sekedar beristirahat. Setelah cukup segar, lalu keluarga pedagang ini akan melanjutkan perjalannya menuju Tangerang, Banten.

Selain makan dan istirahat, rupanya Ny. Hilda juga kebelet ingin buang hajat. Tanpa sepengetahuan suaminya, ia pun pergi ke kamar kecil tanpa bilang dulu. Begitu ke luar dari toilet, alangkah kagetnya ia saat mengetahui Hendra bersama anaknya sudah tidak ada. Seketika itu juga ia meraung menangis dan berteriak-teriak memanggil suami dan anaknya sehingga mengundang perhatian para warga setempat.

Oleh sebagian para warga ia disarankan untuk melapor ke petugas yang sedang melaksanakan pengamanan arus lalulintas. Beruntung, setengah jam berselang Hendra muncul lagi ke tempat dimana Ny. Hilda ditinggalkan.

Sambil menahan tawa, Hendra mengaku mengetahui istrinya ketinggalan ia emosi karena tidak mengetahui kemana istrinya pergi dan ia pun bermaksud untuk mengerjai istrinya.

"Saya hanya ingin memberikan sedikit pelajaran kepada istri saja, saya pun segera balik arah menuju ke warung dimana istri sayta tertinggal", tutur Hendra sambil tertawa menatap istrinya.

Diiringi senyuman para warga yang ada di warung, beberapa saat kemudian Ny. Hilda, anaknya dan Hendra suaminya, melanjutkan perjalannya menuju ke tempat mencari nafkah sebagai pedagang di kawasan Tangerang.

Entahlah bagaimana cerita selanjutnya. Yang jelas, peristiwa itu pasti akan selalu dikenang oleh keduanya.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment