TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman October 05, 2016 | Kemaleman | Komentar
Siswi SD Upacara Ketika Sedang Banjir, Kemaleman.com
Upacara bendera rutin setiap hari Senin memang dilakukan oleh siswa dari SD hingga SMA, tak ketinggalan pula pada hari-hari tertentu seperti Kemerdekaan Indonesia, Kesaktian Pancasila dan lain-lain. Ada yang punya pengalaman unik tidak seputar upacara bendera ini sewaktu masih sekolah dulu?

Upacara dimaksudkan mampu memupuk jiwa nasionalisme. Nah, bagi kamu yang pernah melarikan diri saat upacara, patut malu nih. Apalagi kalau melihat hal ini.

Anak-anak Sekolah Dasar (SD) ini tetap melakukan upacara meski dalam keadaan banjir. Hal ini terlihat dari sebuah foto upacara bendera di wilayah perbatasan. Foto ini tengah mengegerkan social media. Foto tersebut diambil di kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Dalam foto tersebut, sejumlah siswa SDN 018 sedang melaksanakan upacara bendera di halaman sekolah yang terendam banjir hingga setinggi lutut, seperti dilansir dari Kompas.com.

"Upacara bendera di SDN 018 Labin Kecamatan Sembakung, luar biasa jiwa nasionalismemu nak," tulis pemilik akun Jahari Po.

Foto ini masuk dalam public group Facebook dengan nama Diskusi KALTARA. Diunggah pada 30 September 2016 pukul 10.34 WITA. Hingga berita ini dibuat lebih dari delapan ribu netizen. Tak hanya itu foto viral ini juga telah disukai oleh lebih dari 3,8 ribu netizen.
Beragam komentar menghujani penggambaran masyarakat perbatasan ini. Pro dan kontra sudah pasti, tergantung kita melihat dari segi mana.

"Lau dikota pemerintah dah ksih libur tu bung Jahari Po, kasian sekali memang n sangat miris banget, hanya karena mengandalkan nasinalisme dan kecintaan terhadap NKRI," tulis akun Facebook Robert Atim.

Komentar Robert Atim inipun langsung dijawab oleh pemilik akun yang mengunggah foto tersebut.

"Inilh resikonya menjadi negara kesatuan bung, jika kembali ke tujuan bangsa ini mensejahterah rakyat, mencerdaskan kehidupan berbangsa dst….mungkin tdk seperti ini ditambah lagi para elit yg sibuk mencari nafkah untuk menghidupi istri suami dan anaknya diatas penderitaan org lain, ngeri2 sedap bung Robert Atim jika kita ikuti perkembangan politik ni heheheh," tulis Jahari Po.

Terlepas dari pro kontra tesebut, ada juga netizen yang memuji semangat adik-adik ini.

"Sungguh luar biasa semangat adik2 ini..dan d mn kah para pejabat nya ini..knp ini sampai terjadi..," tulis Edy Azril.

"Luar biasa….rasa nasionalisme yg sanggat mengelora…NKRI HARGA MATI," komentar Muhammad Hasyim.

Keterangan lebih lanjut, Kompas menuliskan bahwa Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Sembakung Jamal mengaku sekolah SD 018 Labion memang berada di daerah pasang surut dan sering tergenang.

Namun, dia membantah siswa telah melaksanakan upacara di tengah situasi banjir. Menurut dia, upacara Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan hari Sabtu dilakukan di lapangan yang tidak tergenang air.

Bahkan ada panggung yang disiapkan pihak sekolah.

"Itu bukan upacara hari ini. Itu lima bulan lalu. Pak RT yang suruh, buat minta bantuan ke perusahaan," ujarnya, Sabtu (1/10/2016).

Jamal menambahkan, upacara di dalam foto yang diunggah Jahari Po dilaksanakan di lapangan voli yang memang sering tergenang air.

Dia mengaku akan mencari tahu maksud dan tujuan dari diunggahnya foto tersebut.

"Yang jelas kami upacara ada tempatnya, itu kan lapangan voli itu yang tergenang, bukan pernah upacara di situ," tuturnya.

Hingga Sabtu malam, Jahari Po selaku pengunggah foto tersebut belum bisa dihubungi.

Namun, terlepas dari kontroversi ini, semangat anak-anak SD untuk melakukan upacara bendera ditenggah banjir patut mendapatkan apresiasi. Salut buat kalian generasi penerus bangsa yang bangga akan NKRI kita.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment