PEOPLE ARE...

Kemaleman October 06, 2016 | Kemaleman | Komentar
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama kali ini dianggap telah melampaui batas. Kepala daerah yg akrab disapa Ahok itu dinilai sudah meremehkan Alquran.

Ini terkait bersama opini Ahok kala berkunjung ke Kepulauan Seribu, seperti diupload di YouTube kepada (26/9) lalu.

"Dia petinggi munafik. Menuduh & melarang orang menyerang Sara, tetapi ia melakukannya. Bahkan dgn trik yg lebih brutal, merupakan membengkalaikan Al Quran," kata Anggota Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid menyikapi pendapat Ahok, Kamis (6/10).

Karena itu, Sodik mendesak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, menindaklanjuti persoalan ini. Bagaimanapun pun, pelecehan pada Alquran melukai hati umat Islam.

"Panwaslu & polisi mesti lakukan aksi. Kita sewaktu ini sedang mendidik kerukunan umat beragama dimulai dgn keteladanan dari pemimpinnya. Tapi yg dilakukan Ahok yang merupakan gubernur bukan berikan teladan," tegasnya.

Bila Ahok mau memperoleh simpati umat Islam di DKI Jakarta dalam Pilkada yg kembali diikuti Ahok dengan wakilnya Djarot Syaiful Hidayat, politikus asal Jawa Barat ini memengaruhi tak bersama perbuatan berbau SARA.

"Mencari simpatik silahkan, namun bersama kiat lain, bukan bersama membelakangi kitab suci umat Islam," pungkas Sodik.

Diketahui dalam video pendapat Ahok di Kepulauan Seribu, kandidat petahana Pilkada DKI Jakarta itu tetap menyinggung soal surat Al Maidah 51.

"Kalau bapak ibu gak dapat memilih aku dikarenakan dibohongi bersama surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Kalau bapak ibu merasa gak milih neh dikarenakan aku takut neraka, dibodohin gitu, ya gak apa-apa," ucap Ahok dalam video tersebut.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment