TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman August 10, 2016 | Kemaleman | Komentar
Dirudapaksa Oleh Sipir Wanita
Banyak kasus pemerkosaan di dunia ini terjadi pria merudapaksa wanita sehingga ketika ada kasus dimana pria dirudapaksa wanita terjadi makan akan terdengar aneh.

Nah sorang tahana  di penjara di Teluk Guantanamo bernama Mohamedou Ould Slahi mengisahkan kisahnya di dalam sebuah buku ketika selama 70 hari harus dirudapaksa sipir wanita penjaga penjara tersebut ia pun tidak bisa menikmati permainan seks sipir wanita sehingga ia disebut sebagai hipokrit karena menolak menikmatinya.

Disebut dalam laporan Daily Mail, Sabtu, 17 Januari 2015, buku itu akhirnya dapat diterbitkan setelah enam tahun pertarungan hukum, karena banyaknya informasi yang dianggap rahasia dalam buku itu.

Slahi bergabung dengan al-Qaeda di Afghanistan pada 1990an dan bertempur dengan rezim yang didukung Uni Soviet. Ketika itu, CIA berada di balik al-Qaeda. Slahi telah meninggalkan al-Qaeda pada 1992, namun dia ditangkap setelah serangan 11 September 2001.

Isi bukunya yang dikutip media Jerman, Spiegel Online, menyebutkan bagaimana dia dipaksa berdiri dengan posisi yang sama selama 70 hari. “Segera setelah saya berdiri, kedua penjaga wanita melepaskan busana mereka,” kata Slahi.

Kedua wanita itu mulai merayunya dengan kata-kata kotor, namun tidak dia pedulikan. “Apa yang paling menyakitkan adalah saat mereka memaksa saya terlihat dalam permainan seksual mereka dalam cara yang paling tidak manusiawi,” ucapnya.

Satu penjaga wanita dari arah depan dan lainnya dari belakang, memainkan semua bagian tubuhnya termasuk "itu" nya. Tidak ada yang bisa dilakukannya, kecuali terus melafalkan ayat-ayat suci Alquran.

Kedua wanita itu memerintahkannya berhenti membaca ayat suci dan menyebutnya hipokrit. “Saya menolak berhenti. Setelah itu saya dilarang melakukan salat. Saya juga dilarang berpuasa selama Ramadan, Oktober 2013,” kata Slahi.
Pada bukunya yang diberi judul “Guantanamo Diary,” Slahi mengatakan hanya mengaku terlibat beberapa plot aksi teror, itu setelah disiksa dan dipaksa untuk mengakuinya. Hingga saat ini dia masih ditahan di Guantanamo.
Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) telah meluncurkan petisi, menyerukan pembebasan dirinya. Namun, pemerintah Amerika Serikat (AS) tampaknya tidak mempedulikan seruan itu.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment