TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman August 04, 2016 | Kemaleman | Komentar
Suami Potong Tangan Istri Padahal Suaminya Yang
Kehadiran seorang anak merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Namun jika belum mendapat momongan, seharusnya tak muncul pertengkaran ataupun KDRT, lantaran anak itu merupakan titipan Tuhan.

Sayangnya tak semua orang bisa memahami ini, seperti yang terjadi di Kenya. Si suami tega memotong kedua tangan istrinya dengan golok. Ia mengamuk lantaran sang istri tak kunjung hamil meski mereka sudah menikah selama 7 tahun. Padahal masalah utama pada si pria, ia mengalami impotensi.

Stephen Ngila dengan brutal memotong tangan istrinya Mwende (27). Perbuatan itu dia lakukan di rumah mereka di Masii, wilayah Machakos.

Amarah pria 34 tahun itu meledak karena istrinya tak jua hamil. Padahal para dokter sudah mengatakan, Ngila lah penyebab mengapa Mwende tak bisa hamil.

Tahun lalu dokter mengatakan pria itu memiliki masalah dalam kesuburan, tapi bisa diatasi dengan perawatan. Tapi dia selalu tak datang untuk berobat, lapor Kenyans.

Setelah berpisah selama tiga bulan, Ngila kembali ke rumah mereka. Tapi kali ini untuk menyerang istrinya dengan golok. Dia memotong kedua Mwende.

Saat melakukan hal tersebut, Ngila berkata, "Hari ini adalah hari terakhirmu."

"Dia pergi dari rumah kami tiga bulan lalu dan kembali pada Minggu (24 Juli) sekitar pukul 8.30 malam (waktu setempat). Saat saya buka pintu, dia berkata 'hari ini adalah hari terakhirmu' dan mulai menyerang saya dengan panga (pisau potong besar khas Afrika)," tutur Mwende.

Mwende juga mengalami luka parah di kepala. Dia meminta agar Ngila dipenjara walaupun masih mencintai pria itu. Naitore Nyamu, dari lembaga penggiat hak wanita Equality Now untuk Afrika, mengatakan kasus itu mengejutkan. Ngila sudah ditangkap polisi.

"Kami gembira polisi telah menangkapnya dengan cepat dan kami berharap hukum sepenuhnya diterapkan. Kami tidak bisa membiarkan pelaku kejahatan beraksi dengan bebas, yang dulu kadang-kadang terjadi," katanya.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment