TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman August 10, 2016 | Kemaleman | Komentar
pki madiun, pki 2016, pki bangkit lagi, pki muncul lagi
Tepat di tanggal 1 Oktober 1965 terjadi penculikan terhadap enam jenderal dan satu perwira TNI AD. Dan itu membuat Partai Komunis Indonesia (PKI) berujung sangat pahit. Dan seiring waktu yang tidak lama akhirnya PKI pun di bubarkan. Ratusan ribu anggota dan simpatisan PKI tewas dibunuh seperti yang terjadi di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Peperanganpun tidak hanya sampai disitu. Para Angkatan Darat dan Ormas antikomunis mendatangi langsung dimana tempat keberadaan PKI menyerangnya dan menghancurkannya. Sampai lenyap dan tak ada satupun yang tersisa.

Banyak pertanyaan, seandainya saat itu gerakan G30S berhasil dan PKI yang menang kira-kira apa yang terjadi?

Anhar Gonggong seorang ahli Sejarawan menjelaskan jika itu yang terjadi perebutan kekuasaan yang dilakukan komunis pasti akan berujung dengan pertumpahan darah dan banyak memakan korban. Dan beliau menilai PKI juga akan melakukan pembantaian serupa

“Lihat di Rusia dan Uni Soviet, mungkin satu setengah juta orang terbunuh. Di Kamboja pun Khmer Merah membunuh jutaan penduduk yang tak sama dengan mereka,” kata Anhar Gonggong dalam diskusi Jelajah Sejarah di Lubang Buaya, Minggu (18/10).

PKI sempat menegaskan akan berjuang lewat parlemen dan tidak akan melakukan kekerasan. Pembantaian itu pasti akan terjadi ujar Anhar. Dan Anhar tak mempercayainya sedikitpun. “Kenyataannya pasti seperti itu. Tinggal siapa yang saat itu (tahun 1965) menang saja,” katanya.

Dan akhirnya kebetulan yang menang adalah Soeharto pada tahun 1965. Pembantaian terhadap TKI tersebut menjadi sejarah yang sangat kelam bagi negeri ini.

Resimen Para Komando Angkatan Darat yang dipimpin Kolonel Sarwo Edhie Wibowo melatih para pemuda-pemuda yang mau melawan komunis. Pembersihan anggota PKI yang dilakukan oleh TNI dan dibantu ormas dan warga antikomunis di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sejarah mencatat, banyak yang ikut dibunuh bukanlah anggota PKI, tetapi hanya ikut-ikutan saja. Orang yang dicap Soekarnois juga banyak menjadi korban.

Banyak versi soal jumlah korban usai geger 1965. AS memperkirakan 500.000 sampai 1 juta orang tewas, sementara Kolonel Sarwo Edhie menyebut tiga juta orang tewas dalam tragedi itu.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment