TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman August 16, 2016 | Kemaleman | Komentar
Shalat Dhuha, Murid SD Shalat Dhuha, Kemaleman.com
Sholat Dhuha’ ini mereka lakukan di tengah lapangan, karena di sekolah tersebut tidak ada musholahnya. Meskipun di tengah lapangan dan terkena sengatan matahari secara langsung, tetap saja siswa-siswa yang ikut sholat terlihat khusyu’.

Murid-murid di Sekolah Dasar Juara Semarang memiliki aktivitas rutin yang dilakukan setiap paginya di sekolah, yaitu sholat Dhuha’.

Sekitar 120-an siswa di SD Juara Semarang yang ikut sholat Dhuha’ yang diimami oleh Imam Ghozi Faisal Ma’syum.

SD Juara ini adalah sekolah gratis swasta yang diperuntukan bagi warga miskin di Semarang, Jawa Tengah. Biasanya mereka menggelar salat duha di musala sebagai pembuka kegiatan belajar

Namun mulai tahun ajaran 2016/2017 ini sekolah itu tak lagi memiliki musala sehingga harus menggelar salat duha di lapangan. Selain itu, gedung sekolah ini juga masih berstatus kontrak.

Kepala Sekolah, Zainal Abidin mengatakan jika di gedung yang lama, para siswa bisa sholat di mushola, tapi gedung yang baru ini tidak ada musholanya sehingga siswa harus membentang karpet di lapangan untuk sholat. Setelah sholat biasanya, para siswa akan menyetor bacaan Al-quran.

“Sarapan fisik mungkin sudah disiapkan di rumah. Kami melengkapi dengan sarapan rohani,” kata Zainal Abidin, seperti dilansir Tribunnews.com.

Setiap hari, sebagian siswa akan mendapat giliran piket untuk membersihkan halaman. Menurut pak Zainal, para siswa ini tak pernah kelihatan mengeluh karena terkena panas matahari saat sholat.

Di sekolah ini selain tidak perlu membayar masuk sekolah, siswa juga mendapat paket peralatan sekolah, seragam gratis, bahkan makan siang gratis.

Siswa juga diajarkan kerendahan hati dan membiasakan untuk mendahulukan agama sebelum belajar. Ini bertujuan untuk membentuk akhlak dan karakter peserta didik.

“Anak-anak terbiasa dengan salat dan ngaji. Semoga bisa terbawa sampai dewasa. Perubahan sosial bisa menjadi lebih baik ke depannya. Ini hanya bagian kecil saja dari belantara keanekaragaman metode pendidikan,” ujar Zainal.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment