TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman August 17, 2016 | Kemaleman | Komentar
Kisah Soekarno, Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus, Kemaleman.com
Amerika merupakan negara super power, negara yang memiliki pengaruh yang sangat kuat bahkan telah menginfasi bebberapa negara di kawasan Timur tengah sehingga amerika menjadi negara yang sangat ditakuti dunia.

Sebagai negara yang kuat dan ditakuti tentunya presiden Amerika juga tidak akan pernah takut dengan siapa pun, namun faktanya tidak, ternyata presiden As Pernah ketakutan ketika Soekarno Marah.

Seperti dikutip dari situs merdeka.com Peristiwa itu terjadi tahun 1950an. Soekarno dijadwalkan menemui Presiden Eisenhower tepat pukul 10.00 pagi.

Cerita itu dituturkan ajudan Soekarno, Bambang Widjanarko dalam buku ‘Sewindu Dekat Bung Karno’ terbitan Kepustakaan Populer Gramedia.

Pukul 09.58 Soekarno sudah tiba di tempat pertemuan. Pukul 10.00, Soekarno tersenyum lebar menunggu Eisenhower.

Pukul 10.10 Soekarno masih tenang. Pukul 10.25, Eisenhower belum datang, Soekarno mulai tegang dan tak mau bicara. Pukul 10.30 meledaklah amarahnya. Protokoler Presiden AS dimarahi.

“Apa-apaan ini, kalian yang menetapkan pertemuan pukul 10.00, hingga pukul 10.30 Presiden kalian belum datang juga!”

“Apakah kalian memang bermaksud menghina saya. Sekarang juga saya pergi,” ujar Soekarno dengan marah.

Para pejabat AS pun kebingungan. Mereka sibuk meminta maaf dan meminta Soekarno tinggal. Eisenhower pun segera keluar menemui Soekarno.

Pada pertemuan berikutnya, Eisenhower mengubah sikapnya. Dia bahkan menyambut Soekarno begitu keluar dari pintu mobil. Padahal Presiden yang mantan jenderal perang dunia II ini biasanya sangat angkuh jika menemui pemimpin negara dunia ketiga.

Namun tak semua Presiden AS bersikap demikian. John F Kennedy adalah sahabat baik Presiden Soekarno. Dia membuat Soekarno merasa dihargai sebagai seorang sahabat. Berkat John F Kennedy, AS menekan Belanda agar tak meneruskan penjajahan di Irian Barat.

Sayang Kennedy kemudian tewas ditembak. Kembali hubungan Indonesia dan AS menjadi dingin karena pengganti Kennedy pun tak menghargai Bung Karno.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment