TERBARU

Kemaleman August 04, 2016 | Kemaleman | Komentar
Kakek Ini Tawarkan Berlian
Mayor (purnawirawan) Garising, alias Qarsin, 81 tahun, disebut-sebut mengantongi lebih dari satu berlian berukuran besar. Informasi ini mencuat setelah sejumlah media elektronik memberitakan berlian seberat 222 gram miliknya pada Selasa, 5 April 2016.

Hal ini diungkapkan oleh kerabat Garising, Haring, warga Jalan Lasiming, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Haring mengenal sosok Puang Nenek, demikian Garising dipanggil, sejak tahun 2014. “Pernah beliau berucap, jika tidak hanya satu berlian yang ia simpan, melainkan ada beberapa yang disimpan di sejumlah daerah,” katanya, Selasa, 5 April 2016.

Berlian itu sejauh ini belum disertifikatkan, sehingga belum ada kepastian keasliannya. Haring hanya menunjukkan foto Garising dengan berliannya.

Haring menyebutkan, lokasi penyimpanan berlian itu di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. “Ada di daerah Luwu, Kota Makassar dan Bone, itu kira-kira besarnya sama,” katanya.

Menurut Haring, berlian itu didapat Mayor Garising alias Puang Nenek di laut. “Biar Puang nenek yang sampaikan. Kalau saya cerita, Anda pasti tidak percaya karena dia dapat di dasar laut,” tuturnya.

Ia menambahkan, Puang Nenek menganggap berlian itu milik masyarakat Indonesia. “Beliau mengajarkan ke kami pentingnya sesama, dan menganggap berlian dan beberapa batu mulia merupakan kekayaan negara, jika rakyat terdesak harus segara dijual untuk bangsa ini,” katanya.

Berliannya akan dijual, namun orang Indonesia tak akan bisa memilikinya sebab berlian itu akan dilego kepada orang asing. Sudah banyak orang yang melihat dan melakukan pengecekan pada batu mulianya. Kakek Qarsing pun berharap pada pemerintah Indonesia untuk jadi perantara dagangnya ke warga asing.

“Calon pembeli biasanya datang dengan membawa ahli berlian, namun selalu kandas pada kesepakatan harga,”kata Qarsing, Selasa (5/4/2016).

Diketahui, berlian seberat 222 gram dihargai Rp 6,999 trilyun. Hitungan per gramnya ditakar seharga Rp 3 milyar. “Jika laku, berlian saya seberat 222 gram ini rencananya sebagian akan saya sumbangkan untuk membayar utang negara, sebagian saya akan buat sekolah, pesantren, dan rumah adat di Kabupaten Sidrap dan Enrekang, yang dikenal dengan Kota Santri,” papar Qarsing.

Andi Oddang, Kepala Desa Bulu Cendranan, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap membenarkan pengamanan oleh sejumlah warga terhadap harta Puan Nenek. “Warga membantu menjaga kediaman Puang Nenek, karena sudah liat dengan mata kepala sendiri, beliau membangun rumah adat dan mesjid yang kita rasakan saat ini, dan dibantu para keluarga,” katanya saat dihubungi melalui selulernya, Selasa malam, 5 April 2016.

Pasca tereksposenya berlian seberat 222 gram di Sidrap itu, Andi belum memikirkan permintaan bantuan kepada aparat kepolisian setempat. “Kondisi saat ini masih aman, dan orang juga tidak tahu posisinya ditambah penjagaan dilakukan oleh keluarga dan warga, jika ada orang yang tidak dikenali kami usir dengan baik, kalau kasar baru kami melaporkan hal tersebut kepada aparat berwenang,” katanya.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment