TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman August 16, 2016 | Kemaleman | Komentar
Guru Dipenjara Karena Marahi Murid, Kemaleman.com
Miris, gara-gara mencubit anak polisi, seorang guru bidang studi biologi SMP Negeri 1 Bantaeng,  bernama Nurmayani, di tahan di Rumah Tahanan Klas II Bantaeng, Sulawesi Selatan sejak Kamis, 12 Mei 2016.

Kasus yang dialami oleh Nurmayani ini memang terbilang sepele, tapi bisa berakhir di sel penjara. Kontan saja, banyak netizen yang prihatin dengan apa yang dialami oleh Nurmayani ini. Bahkan banyak netizen yang berkomentar geram dan memojokan anak polisi dan ayahnya itu yang dianggap sudah keterlaluan menghadapi suatu masalah kecil seperti itu.

Berikut ini beberapa komentar geram dari sejumlah netizen, seperti dilansir Tribunnews.com.

Tatang Soemengkar: Kalo saya dulu dimarahi oleh guru. terus teme sekelas ngadu ke orang tuaku. malah ak dimarahi lagi sama orang tua. Sekarang orng tua balik marah…,

Pesan kepada orang tua, kalo tidak mau dimarahin atau lainnya oleh guru. kalian aja yang ngajarin anaknya di rumah..!! tidak usah sekolah…

Alex Darmawan: Kalo di sekolah tanggung jawab gurunya kala di rumah tanggung jawab ortunya……

Waktu ku kecil di pukul sama penggaris kayu oleh guru…..trus aku mengadu ke ayahku malah aku di tambahin sama ayahku dengan pukulan yg lebih dahsyat…..

Kok skrg malah terbalik zaman edan…..

Rani Pipoy: Makin manja saja anak sekolah jaman sekarang, apalagi orangtua nya aparat atau pejabat!

Selama untuk mendidik saya pikir sah sah saja guru memberikan hukuman keras!

Ingat hidup ini keras seharusnya dari semenjak dini anak anak di ajarkan bahwa hidup ini memang keras!!!!

Mahendro Pradipta: Krn hanya mslh mencubit aja sampe ke kantor polisi sgala..khan bisa dislesaiin dng musyawarah..kgn mentang2 polisi dong temennya bnyk trs begitu..

Rakatama Adisaka: Sepengalaman Saya,Biasanya Guru “Main Tangan” Karena Kitanya “Nakal”,,,Kalau Enggak Ya Enggak Bakalan,,,

Bedanya Cuma Ada Yang “Tangannya Keterlaluan”,Ada Yg Wajar Saja,,,Yg Perlu Di Tindak Adalah Jika “Tangannya Keterlaluan”,,,

Misal Hanya Karena Ngemut Permen Sampai Di Jemur Di Lapangan 4 Jam,,,

Isbiah Iis: Oh pak….pak….
Kok mbok yo tego opo ora melas karo keluargane….piye yen guru kuwi nduwe anak cilik……kan melas banget…..mboten mlas pk geeee

Ari: Tega ya pnjarain guru anakny, mang ortu jd polisi, dulu pasti skolah, ngk ad guru blum tentu jd plisi lu.

Marianaa Rianaa: Gak usah skolah pak anaknya kalo bapak gak trima anaknya d ajari gurunya ..

Ingat d skolah tanggung jawab guru d cubit krna melakukan kesalahan itu demi kebaikan anak bapak jg loh ..

Prasstio Ekko: Setuju sekali, penjarakan saja ibu guru itu dan tolak anak polisi sekolah di manapun berada agar tidak terjadi hal serupa.

Marwanto: Sebaiknya suruh mengajar dan mendidik anaknya itu sendiri. Gitu aja kok repot.

Awal cerita dari kejadian ini bermula pada pukul sembilan pagi, 14 Agustus 2015. Saat itu pas waktu istirahat. Tiara disiram air oleh temannya, Virgin. Tak terima disiram, Tiara balik mengejar Virgin dan menyiram air ke arahnya.

Air sisa pel lantai tersebut yang entah siapa menyiram mengenai Nurmayani. Setelah itu Nurmayani meminta Tiara dan Virgin menemuinya di ruangan Bimbingan Konseling.

Di ruangan Bimbingan Konseling itu, Tiara menjelaskan kejadian sebenarnya dan membela dirinya. “Dia mengira bajunya terkena air, padahal tidak. Saya bermain di depan laboratorium dan tidak tahu kalau Bu Maya (pangilan akrab Nurmayani) ada di situ,” ungkap Tiara.

Kemudian, Ibu Nurmayani itu mencubit paha kanan dan paha kiri Tiara sampai lebam. Tiara pun menangis dan tiba-tiba saja Nurmayani melayangkan tinju kirinya ke dada lalu ke pipi kiri Tiara.

“Kalau tidak mau berhenti menangis, mukaku akan ditinjunya lagi,” kenang Tiara sambil menambahkan bahwa Nurmayani menyebutnya sebagai anak setan.

Setelah dianiaya oleh gurunya itu, Tiara langsung pulang ke rumah dan memperlihatkan luka lebam di pahanya dan didadanya ke ayahnya Ipda Irwan Efendi. Karena merasa kecewa berat akhirnya anggota Polres Kabupaten Kepulauan Selayar itu melaporkan Nurmayani kepada Polres Bantaeng atas perbuatannya terhadap Tiara.

Menurut Kapolres Bantaeng, AKBP Kurniawan Afandi, mengatakan jika Pak Irawan tidak terima jika anaknya dipukul dan disebut anak setan.

Sebelum kasus ini masuk ke pengadilan, Polres Bantaeng telah berupaya beberapa kali memediasi kasus ini, tapi keduanya menolak damai, sehingga kasus ini dilanjutkan dan pada akhirnya sampai ke jaksa.

Nurmayani pun akhirnya dibui di Rumah tahanan dengan kondisi sering sakit-sakitan. Ia diketahui menderita penyakit diabetes kering sehingga ia sering sakit dan sering pingsan.

Namun, pada akhirnya Nurmayani pun menyampaikan permohonan maafnya kepada Ipda Irwan Efendi karena pernah memukul anaknya Tiara.

“Saya mewakili Ibu Nurmayani menyampaikan permohonan maaf atas permasalahan ini dan kepada orangtua siswa kami sudah maafkan secara kekeluargaan,” kata Darmawan, suami Nurmayani.

Keluarga Ipda Irwan Efendi pun sepakat untuk berdamai dengan syarat Nurmayani harus menyampaikan permohonan maafnya secara kekeluargaan dan disampaikan ke media.

Kepala Seksi Intelijen Bantaeng, Syamsurezky, mengatakan berkas perkara Nurmayani sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bantaeng.

“Mengenai jadwal sidangnya kita tunggu penetapan dari hakimnya,” ujar Syamsurezky.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment