TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman August 20, 2016 | Kemaleman | Komentar
Guru Dipecat Karena Beragama Islam, Kemaleman.com
Seorang guru wanita asal New Jersey, Amerika Serikat, mengajukan gugatan kepada pihak sekolahnya lantaran dianggap melakukan diskriminasi setelah diketahui dirinya dipecat karena beragama Islam.

Wanita bernama Sireen Hashem sudah mengajar sekolah di Hunterdon Central Regional High School di Flemington, New Jersey selama dua tahun. Menurutnya dia kehilangan pekerjaannya setelah serangkaian masalah yang dimulai saat dia menayangkan video aktivis remaja Pakistan, Malala Yousafzai, yang memperjuangkan pendidikan untuk wanita di negara itu yang selamat dari percobaan pembunuhan.

Hashem mengatakan bahw dia diperintahkan oleh pihak sekolah untuk tidak “menyebutkan Islam atau Timur Tengah” atau “membawa budaya, pengalaman hidup atau latar belakangnya ke dalam kelas.”

“Saya menjadi sasaran diskriminasi dan diperlakukan secara tidak adil karena agama anutan saya, saya diperintahkan supaya tidak menyebut tentang Islam di dalam kelas dan dipecat ‘semata-mata karena warisan dan agama saya,” ucap Hashem.

Masalah itu muncul setelah Hashem mulai mengajar di Hunterdon. Peristiwa tersebut berawal ketika dalam masa magangnya, Hashem yang menggantikan guru sebelumnya, Lindsay Wagner, yang juga menayangkan video tentang Malala pada 2013 silam.

“Atas saran Watson, saya kemudian menayangkan video sama dalam kelas sejarahnya. Sebelas hari kemudian, saya dipanggil atasan saya, Robert Zywicki, dan memberitahu kepala sekolah mendapat keluhan dari orang tua siswa tentang penggunaan video Malala dalam kelasnya,” menurut gugatan.

Dari situlah Hashem tidak bisa mengajar sesuatu yang berhubungan dengan Arab lagi. Beberapa bulan kemudian, salah satu orangtua murid kembali mengajukan keluhan mengenai tugas esai yang diberikan Hashem kepada anaknya. Di mana, anaknya disuruh membandingkan tindakan perbudakan John Brown di Harper Ferry udengan serangan 9/11 didalangi oleh Osama bin Laden.

Hashem kerap mendapatkan berbagai keluhan dari orangtua murid. Hingga akhirnya dia bertemu dengan pengawas Christina Steffner yang memberitahunya bahwa “dia menyebabkan banyak masalah karena keturunan Palestina”.

Kontrak Hashem tidak diperpanjang untuk tahun ajaran 2015-2016, dan sebulan kemudian, FBI mendatangi kediaman Hashem setelah mendengar dia mengancam dewan sekolah. Namun, hal itu dibantah oleh Hashem.

Hashem menuntut atas kerusakan dan kehilangan upah yang terakhir yang berjumlah sekitar US$ 61 ribu per tahun. Gugatan yang diajukan oleh Hashem ternyata didukung oleh murid-muridnya dan bahkan mereka memprotes pemecatan Hashem melalui media sosial.

Sementara Omar Mohammedi selaku pengacaranya mengatakan, “Dia benar-benar terluka secara emosional dan menangsi sepanjang waktu, demikian dilansir IB Times, Jumat (18/12/2015).

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment