TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman August 31, 2016 | Kemaleman | Komentar
Gadis kesil dipaksa, melayani nafsu, seratus pria, kemaleman.com
Pengalaman pahit diceritakan oleh seorang wanita yang kini sudah berusia 25 tahun asal Inggris. Pengalamannya terjadi saat ia masih berusia 14 tahun di mana ia dipaksa untuk melayani nafsu 110 pria hidung belang dalam wakt hampir sehari semalam atau lebih tepatnya sekitar selama 22 jam.

Megan Stephens ( bukan nama sebenarnya ) menceritakan pengalaman kelamnya itu dalam sebuah buku yang berjudul  ‘Bought & Sold. Dalam buku itu ia menceritakan semua kepahitan yang ia rasakan selama menjadi seorang PSK.

Seperti dilansir Pojoksatu.id, Megan mulai menjadi PSK saat usianya masih 14 tahun. Saat itu ia pergi liburan bersama ibunya ke Yunani.

Lalu, mereka berdua tinggal di resor dan Megan mulai jatuh cinta dengan seorang pria Albania yang bernama Jak. Megan sangat mencintai Jak sehingga ia memaksa untuk tetap tinggal bersama Jak sedangkan ibunya pulang sendiri ke Inggris.

Sejak ibunya pulang, Megan pindah bersama Jak di Athena. Mereka tinggal di sana. Megan pun merasa nyaman dengan Jak sehingga ia menceritakan semua tentang kehidupannya setelah kedua orangtuanya bercerai. Jak pun memanfaatkan hal itu dengan mengatakan jika ibunya terkena kanker dan sedang dirawat di rumah sakit.

Jak meminta bantuan dari Megan untuk biaya rumah sakit ibunya. Megan pun kemudian dijual oleh Jak kepada seorang mucikari bernama Leon. Awalnya Megan tidak menyadari jika dirinya sudah dijual oleh Jak. Ia mengatahuinya setelah ia dipaksa untuk melayani nafsu seorang lelaki.

Lalu, Megan di paksa untuk bekerja di rumah Bordil dan di jalan-jalan untuk mendapatkan pelanggan pria hidung belang.

Megan juga pernah dipaksa untuk melayani nafsu 110 pria hidung belang dalam waktu 22 jam saja. Saat itu, Megan merasa hidup dalam kepahitan. Ia mulai melakukan hal kenekatan seperti menyakiti diri sendiri dan pernah mencoba bunuh diri.

"Betapa bodohnya aku. Jika aku bisa kembali dan mengatakan pada diri sendiri apa yang harus dilakukan, saya akan mengatakan kepada diri saya sendiri untuk bangun dan berjalan dan melakukan sesuatu yang lebih untuk menghentikan apa yang sedang terjadi," ujar Megan.

Untungnya, Megan berhasil lolos dari pekerjaan itu. Ia pun kini sudah menetap di Inggris bersama pasangannya.  Ia mulai kembali bangkit untuk tetap terus hidup dan mencari kebahagian baru.

Semua yang dirasakan oleh Megan ia ungkapan dalam buku tulisannya itu.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment