TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman August 03, 2016 | Kemaleman | Komentar
PNS Wanita
Hal menghebohkan dilakukan oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kotamobagu. Ia sembunyi di toiletRumah Makan Ampera, Kelurahan Mogolaing Kotamobagu Barat. Ia memilih sembunyi di toilet lantaran ada sidak yang dilakukan oleh satpol PP, Selasa (2/8/2016) Pukul 10.00 Wita. Ia termasuk salah seorang PNS yang keluyuran di jam kerja PNS.

PNS wanita ini begitu kaget saat melihat sejumlah petugas datang melakukan sidak, padahal ia sudah memesan makanan. Ia langsung meninggalkan makanan di meja makan, dan ngumpet di toilet. Tak hanya dirinya, tiga wanita rekannya sesama PNS juga ikut meninggalkan meja makan saat itu.

Petugas Pol PP sambil menunjukkan surat tugas pun terus mengikuti gerak-gerik para PNS hingga ke belakang warung.

"Kami bawa sprint, ibu dari SKPD mana," ujar petugas Pol PP.

Pol PP lain kemudian mengetuk pintu toilet dengan sopan meminta PNS di dalam toilet agar bisa keluar memberikan keterangan.Tak lama, wanita yang mengaku sedang tugas memantau raskin tersebut keluar dan kembali ke tempat duduknya.Petugas pun mengikutinya dan menanyakan surat tugas.

"Ada surat tugas bu," ujar Susilo.

"Saat bertugas di kelurahan memantau raskin selama ini tidak menggunakan surat tugas. Baru kali ini kami bertugas lalu diperiksa," ujar PNS tersebut.

Ada lima PNS kotamobagu yang terjaring sidak tersebut. Semuanya tidak bisa menunjukkan surat tugas berada di luar kantor saat jam kerja.Selain PNS Kotamobagu di Rumah Makan Ampera juga ada enam PNS dari Kabupaten Boltim.Dengan santainya mereka makan dan minum meski ada sidak.

"Kami dari Boltim pak, PNS Boltim," ujar seorang bapak dengan wajah tegang.

Kepala Kantor Pol PP Sahaya Mokoginta mengatakan sidak tersebut akan dilaksanakan secara rutin.

"Sudah sejak Senin kita laksanakan sidak rutin PNS yang keluyuran saat jam kerja. PNS yang kedapatan, akan kami laporkan ke BKDD untuk diberikan sanksi," ujarnya.

Kepala BKDD Adnan Massinae saat dikonfirmasi mengatakan untuk sanksi, pihaknya belum bisa mengambil keputusan.

"Akan kita lihat dulu laporannya seperti apa," ujar dia.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment