TERBARU

Kemaleman April 08, 2016 | Kemaleman | Komentar
Ayah Sonya Si Siswi
Ayah kandung Sonya Depari, siswi SMA Swasta Methodist 1 Medan yang dibully karena memarahi seorang polisi wanita dan mengaku sebagai anak jenderal meninggal dunia.

“Saya baru dengar kabar ayah siswi tersebut meninggal karena strok akibat pemberitaan netizen sekarang masih di RS Mitra Sejati. Kalau benar berarti ini salah netizen,” kata Kepsek Methodist 1 Medan Binsar Sitorus, Kamis (7/4/2016).

Lebih lanjut, dia mengaku sangat menyayangkan prilaku netizen yang terlalu menyudutkan siswinya tersebut, sehingga menyebabkan pihak keluarganya tertekan dan sampai meninggal dunia.

“Euforia berlebihan sekali. Kami memaklumi adanya euforia, tapi memang yang dilakukan itu cukup berlebihan,” ucap dia.

Katanya, sebenarnya tidak ada yang mencolok dari keseharian Sonya. Dia duduk di Kelas III IPS. Prilakunya juga sama seperti prilaku remaja lainnya, hanya saja dia aktif di dunia model dan pernah menjadi juara.

“Permasalahan siswa ini, kita serahkan ke kepolisian. Kami belum ada mengambil tindakan apapun. Kita lihat hasilnya nanti,” terangnya.

Sementara itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menuturkan, pihaknya akan memanggil Sonya dan orangtuanya terkait insiden konvoi perayaan seusai UN.

“Padahal itu disetop karena pintu (kap) belakang mobil jenis Honda Brio yang dikendarai siswi-siswi tersebut terbuka sehingga membahayakan, sehingga disetop dan diimbau agar kembali ke rumah masing-masing,” terangnya.

Namun para siswi itu malah marah-marah setelah ditegur polisi, dan mengancam Panit Patwal Satlantas Polresta Medan Ipda Perida Panjaitan dengan mengaku-ngaku sebagai anak Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari.

Meski demikian, pencatutan nama tersebut pada hakekatnya tidak dipersoalkan polisi. Yang akan mereka persoalkan adalah tindakan para siswi yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment