PEOPLE ARE...

Kemaleman March 10, 2016 | Kemaleman | Komentar
Cewek Ini Dihipnotis dan "Dipake" 23 Kali, Gara-gara Telepon Nyasar
Sungguh malang nasib ABG asal warga Dusun II Desa Tebing Gerinting Indralaya Selatan Ogan Ilir ini. Dikarenakan penasaran terima telephone nyasar selesai duka nestapa lantaran digauli sejumlah 23 kali.

Bukan sekedar itu, waktu dianya digauli direkam pelaku dengan HP serta jadikan alat untuk meneror. Pelaku meneror apabila tidak ingin di ajak jalinan intim lagi, dia bakal menebarkan video mes*m itu ke umum.

Mengakibatkan, dianya ingin saja digauli sampai ke 23 kalinya. Sebut saja nama ABG itu, Mawar (17) mengakui dianya digauli Arsandi, pria yang disangka memakai hipnotis.

Petaka itu, menurut dia bermula saat dianya terima telephone nyasar dari tersangka Arsandi. Lantaran penasaran gadis yang masihlah duduk di bangku SMA ini menelpon nomer itu pada 17 Agustus 2010 lantas.

Setelah itu keduanya tersambung jalinan serta sama-sama ketemu. Nyatanya pelaku yang saat ini masihlah buron memiliki kemauan jahat.

Saat mereka berjanji berjumpa di belakang Puskesmas Tebing Gerinting, 18 Agustus 2010, tersangka memberi cincin imitasi sebagai sinyal cintanya pada korban.

Rupanya, cincin itu disangka mempunyai dampak yang bisa bikin korban tak sadarkan diri hingga saat di ajak behubungan intim korban menurut saja seperti kerbau dicucuk hidungnya.

Bahkan juga tersangka dengan leluasa merekam adegan syur mereka memakai hpnya.

Mulai sejak peristiwa itu, tidak cuma merampas kehormatan korban, pelaku juga memeras Mawar serta sukses menggauli korban sejumlah 23 kali.

Setiap saat memeras serta menggauli korban, tersangka senantiasa meneror bakal menebarkan rekaman adegan syurnya itu hingga bikin Mawar takut serta pasrah memberi semuanya pada tersangka.

Untung peristiwa itu tak berlanjut lantaran kakak korban yang akan diperas tersangka cepat melakukan tindakan menerawang adiknya.

Sesudah kakak korban melepas cincin imitasi itu, jadi Mawar tersadar serta bercerita semua. Sesaat bapak korban juga baru melaporkan peristiwa yang menerpa anaknya itu lantaran takut rekaman itu disebarkan tersangka.

Kapolres OI, AKB Rizal Syahman Radi, lewat Kasat Reskrim AKP Yuskar Effendi SH, didampingi Kanit Pidum Ipda Herli Setiawan membetulkan sudah terima laporan korban.

Menurut Yuskar, pihaknya bakal selekasnya melakukan tindakan menindaklanjuti laporan korban agar tak jatuh korban selanjutnya.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment