TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman February 12, 2016 | Kemaleman | Komentar
Sean Bunuh Rizky Karena Game Point Blank
Tersangka pembunuhan Rizky Ramadhan (23) di komplek perumahan Pemda Jalan Cemara Kuindra menjalani rekontruksi, Rabu (10/2/2016) sore kamarin. Sebanyak 17 adegan diperagakan oleh tersangka Budi Sean Setiawan alias Sean (18) dalam rekonstruksi itu.

Adegan dimulai dari tersangka menjemput korban ke tempat kerjanya di Jalan Hang Tuah, hingga tindakan pembuhuhan serta upaya Sean melarikan diri ke Jalan Suka Karya Tampan.

Sesaat sebelum memperagakan adegan pembunuhan di lokasi eksekusi, tepatnya di Jalan Cemara Kuindra, Sean tampak terduduk dengan tatapan kosong ke arah semak-semak.

Penampilan Sean tampak beda jika dibandingkan dengan saat dirinya ditangkap petugas kepolisian. Rambutnya yang semula sebahu tampak sudah dipotong pendek.

Selama menjalankan rekonstruksi, suara Sean terdengar terbata-bata. Mengenakan kaos tahanan warna biru Sean tampak fasih memperagakan adegan demi adegan. Cuaca mendung membuat suasana jalanya rekontruksi terasa sejuk.

Namun tidak bagi Sean. Baju yang dikenakan Sean tampak sudah dibasahi keringat. Selama memperagakan adegan, Sean tampak lebih banyak menunduk. "Saya gugup bang," katanya kepada Tribun di sela rekonstruksi.

Dalam rekonstruksi yang berlangsung selama lebih kurang 90 menit itu, Sean memperagakan satu per satu adegan pembunuhan. Sean diketahui menjemput korban, Selasa (12/1) sekitar pukul 20.30 WIB di tempat kerja korban di sebuah rental playstation di Jalan Hang Tuah.

Saat pergi menjemput korban, pelaku menyandang tas warna hitam yang berisi pakaian kotor dan satu bilah pisau jenis sangkur. Belakangan Sean mengaku, pisau sangkur sepanjang 25 cm tersebut memang selalu ia bawa di dalam tas setiap kali berpergian di malam hari.

Sean berangkat dari Jalan Suka Karya, Kecamatan Tampan bersama temanya berinisial IF dengan mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat warna merah BM 3646 LT. Sesampainya di tempat korban bekerja, pelaku langsung mengajak korban pergi. Pelaku mengaku menjemput korban karena korban malam itu memang minta dijemput.

Korban kemudian pergi bersama pelaku dengan mengendarai sepeda motor milik korban, merek Yamaha Vixion warna hitam BM 4810 AG. Saat itu pelaku dibonceng oleh korban. Namun di tengah perjalanan kedua sahabat yang sudah saling kenal sejak setahun yang lalu ini terlibat perkelahian adu mulut.

Perkelahian dua sahabat ini bermula saat korban meminta akun game online milik pelaku. Namun malam itu permintaan korban tidak dipenuhi pelaku.

Pelaku mengaku tidak ingin memberikan akun game onlinenya karena akun miliknya sudah sampai level bintang tiga atau jenderal. Tersangka Sean mengaku chip bintang tiga untuk bermain game Point Blank tersebut bisa dihargai sampai Rp 5 juta.

Pelaku yang tidak ingin memberikan akun game onlinenya kepada korban membuat korban emosi. Saat itu korban bahkan sempat berkata kasar kepada pelaku karena korban kesal kepada pelaku yang tidak mau memberikan akun game onlinenya.

Apalagi pelaku pernah menjanjikan akan memberikan akun game online kepada korban. Namunn pelaku tetap tidak ingin memberikan akun game onlinenya.

Sesampainya di Jalan Arifin Ahmad, korban yang kesal kepada pelaku yang tidak mau memberikan akun game onlinenya langsung memberhentikan sepeda motornya. Korban kemudian membalikkan badanya ke arah tersangka yang diboncengnya.

Korban langsung menampar pipi kanan tersangka.
Korban kemudian menjalankan sepeda motornya dan masuk ke Jalan Lobak, dan setelah itu masuk ke Jalan Cemara Gading Komplek Perumahan Pemda Kelurahan Delima Kecamatan Tampan.

Pada adegan ke 9 saat pelaku dan korban tiba ditempat yang sepi tepatnya di Jalan Cemara Kuindra, korban mendorong pelaku hingga terjatuh. Pelaku kemudian langsung berdiri, saat itu korban sempat memegang leher Sean dan memukul dada dan perut serta kepala pelaku.

Kapolsek Tampan, Kompol Ari Setyawan Wibowo yang ikut memimpin jalanya rekonstruksi kepada Tribun, Rabu (10/2/2016) mengungkapkan, pihaknya berhasil meringkus pelaku selama sepekan setelah pembunuhan.

Ari mengungkapkan, rekontruksi dilakukan untuk melengkapi proses penyelikan dan membuat terang bagaimana proses pelaku melakukan aksinya. "Pelaku kami jerat dengan pasal 388 dan pasal 365 ayat 3 KHUP dengan ancaman 15 tahun penjara," kata Ari.

Rekonstruksi pembunuhan berdarah yang menggemparkan warga di komplek perumahan Pemda ini menyita banyak perhatian. Selain dihadiri pihak kepolisian, kejaksaan dan kuasa hukum tersangka, jalanya rekontstruksi juga disesaksikan oleh warga yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Warga tampan menyesaki Tempat Kejadian Perkara pembunuhan. Warga tampak menyesaki disekitar lokasi pembuhuan di Jalan Cemaran Kuindra Komplek Perumahan Pemda.

Petugas bahkan harus memasang garis polisi agar warga tidak mendekati lokasi tempak reka adegan diperagakan. Sangking antuasisnya, warga pun nekat menerobos garis polisi untuk menyaksikan jalanya rekonstruksi dari jarak yang lebih dekat.

"Nggak nyangka saya, ternyata pelakunya masih anak-anak," kata Muliyati salah seorang warga yang ikut menyaksikan reka adegan pembunuhan ini.

Tidak hanya Muliyati yang terheran-heran dengan aksi nekat tersangka yang tega menghabisi nyawa temanya sendiri, namun salah seorang saksi mata yang saat kejadian itu ada dilokasi juga tidak menyangka, jika pria yang malam itu ditolongnya merupakan pelaku pembunuhan.

Ilyas petugas keamanan yang malam itu bertugas jaga malam di Komplek Perumahan Pemda kepada Tribun dilokasi rekonstruksi mengungkapkan, malam itu dirinya memang sempat membantu tersangka Sean mendirikan sepeda motor korban yang tegeletak ditengah jalan.

Malam itu dia melihat tersangka Sean yang kesusahan untuk mendirikan sepeda motor korban. Kejadian tersebut terjadi sesaat setelah tersangka Sean membunuh korban.

"Saya ngak perhatikan betul. Karena lokasi disekitar kejadian itukan gelap. Makanya saya juga nggak lihat kalau motor itu ternyata banyak darahnya," sebutnya.

Ilyas kemudian pergi meninggalkan tersangka Sean dengan maksud untuk menjeput temanya di pos jaga. Namun saat Ilyas dan temanya sampai dilokasi pembunuhan tersebut, tersangka Sean dan sepeda motor korban sudah tidak ada.

Belakangan terungkap, tersangka Sean mendorong sepeda motornya sejauh 20 meter dari lokasi awal dan bersembunyi disemak-semak.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment