TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman February 16, 2016 | Kemaleman | Komentar
melaporkan tamunya ke polisi gara-gara dianaya usai berhubungan intim
Seorang pekerja seks komersial (PSK) melaporkan tamunya ke polisi gara-gara dianaya usai berhubungan intim. Penyebabnya, pelaku berinisial SK (25) belum puas di ronde pertama, sehingga minta tambah lagi.  Namun, PSK berinisial NA (30) menolak karena ronde pertama belum dibayar.

Penolakan NA membuat SK naik pitam. Ia memukul NA hingga babak belur. Penganiayaan yang dilakukan SK membuat suasana di lokalisasi Sei Bengawan, Kelurahan Juata Permai Tarakan, jadi heboh.

“Katanya belum puas dan minta lagi. Dia belum bayar masak mau minta lagi, ya jelas saya tolak,” kata NA, seperti dilansir prokal.co, Kamis (26/11/2015).

NA menambahkan, dia bersedia “main” lagi dengan syarat, bayar dulu permainan di ronde pertama itu. Namun SK tak mau membayar, dengan alasan pelayanan NA setengah-setengah.

Keduanya pun cekcok mulut. Beberapa hidung belang dan PSK di sekitar rumah itu sempat heran dengan suara gaduh dari bilik kamar NA. Nafsu sudah diubun-ubun, sementara permintaan ditolak membuat SK naik pitam.

Bogem mentah berkali-kali melayang ke wajah dan kepala WTS yang kabarnya jadi primadona Sungai Bengawan itu. Sambil menangis kesakitan, NA mengadukan nasibnya ke kawan-kawan seprofesinya.

Melihat keributan tersebut, seorang warga lokalisasi menghubungi Polsek Tarakan Utara. Keduanya pun digiring ke Polsek Tarakan Utara untuk dimintai keterangannya.

“Kalau dia bayar dulu tidak masalah pak, nanti sudah main dua kali malah bayar sekali, rugi saya pak,” lanjut AN ketus.

Kapolres Tarakan AKBP Dani Hamdani melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Iptu Hadi Sucipto membenarkan kejadian penganiayaan di lokalisasi tersebut dan hal ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

“Korban sudah divisum atas kejadian itu korban mengalami luka dan lebam di bagian wajah serta kepala. Pelaku juga sudah diamankan dan akan dilakukan proses lebih lanjut,” tegas Iptu Hadi Sucipto.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment