TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman January 31, 2016 | Kemaleman | Komentar
Ini Dia Beberapa Tempat Kampung Narkoba yang Paling Berbahaya di Jakarta


Peredaran narkoba di ibu kota sudah marak sejak dulu.
Berbagai tempat di Jakarta sudah dikenal dengan sarang narkoba.

Padahal, polisi sudah beberapa kali menggerebek sarang narkoba itu.
Bahkan sampai baku tembak. Namun, masih saja peredaran narkoba tak berhenti.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas menyatakan bandar narkoba layak dihukum mati.
Tetapi tampak pelaku tak juga takut dengan ancaman itu.

Banyak rumor beredar sejumlah sarang narkoba di Jakarta mendapat beking petinggi polisi atau TNI.
Namun, rumor tersebut hingga kini belum terbuktikan.

Berikut kampung-kampung narkoba paling berbahaya di Jakarta :

1. Kampung Ambon




Kompleks Permata, Cengkareng lebih dikenal dengan Kampung Ambon.
Di kompleks itu sudah terkenal sebagai sarang narkoba.

Peredaran narkoba di Kampung Ambon tidak dibangun dalam waktu yang sebentar.
Butuh waktu bertahun-tahun untuk mengembangkannya menjadi seperti saat ini.

Tokoh utama yang mengembangkan Kampung Ambon sebagai wilayah basis peredaran Narkoba adalah Michael Glenn Manuputy. Dia mulai membangun usahanya sejak tahun 1990-an sampai tahun 2009.

Namun pada tahun 2009 Michael Glenn Manuputy tersandung kepemilikan ganja seberat 375 kg, 60 gr sabu dan puluhan butir pil ekstasi. Dia kemudian dipenjara seumur hidup.

Setelah Michael dipenjara, tongkat kepemimpinan Kampung Ambon diambil alih oleh Edward Hunok Tupessy (Edo) dan Irene Sophia Tupessy (Kedua ditangkap terkait penyerangan di RSPAD).
Keduanya adalah kakak beradik. Mereka dijuluki godfather dan godmother.

Mata-mata dan CCTV terdapat di sekitar kampung Ambon. Bahkan, disebut-sebut memiliki beking aparat TNI atau polisi. Sering penggerebekan selalu nihil karena informasi bocor.

Badan Narkotika Nasional (BNN) memberi perhatian khusus pada Kampung Ambon, Jakarta Barat. BNN menilai Kampung Ambon perlu penanganan khusus.

Kawasan Kampung Ambon memang merupakan satu komunitas tertutup yang tidak mudah untuk dimasuki. Perlu kiat-kiat khusus untuk mengatasi daerah yang dikenal rawan peredaran narkoba ini.

Aparat Polri pernah melakukan penggerebekan ke Kampung Ambon, Jakarta Barat pada Desember 2011 lalu. Saat itu Polri menyita 6.531 ekstasi, sabu empat ons, empat pucuk senjata api, heroin 40 gram, ganja dan 1.000 bong. Belakangan polisi sudah gencar menggerebek kawasan itu.

2. Kampung Berlan




Penggerebekan bandar narkoba di Kampung Berlan, Jalan Slamet Riyadi Matraman Jakarta Timur pada Senin (18/1) lalu berbuntut panjang.

Dalam penggerebekan tersebut seorang anggota polisi, Bripka Taufik Hidayat dan seorang informan meninggal dunia.

Keduanya meninggal dunia setelah hanyut di Kali Ciliwung saat hendak menyelamatkan diri dari kepungan warga.

Para bandar narkoba yang digerebek berteriak sehingga mengundang belasan warga membawa senjata tajam. Selain satu polisi dan satu informan tewas, dua polisi juga luka karena dibacok warga.

Polisi pun terus memburu para bandar dan warga yang diduga menganiaya anggota polisi. Namun ternyata Kampung Berlan banyak menyisakan kengerian.

Pihak kepolisian menemukan uang puluhan juta rupiah di brankas milik Mama Yola, salah satu terduga bandar narkoba di Kampung Berlan, Jakarta Timur. Mama Yola diamankan pada saat penggerebekan yang dilakukan polisi pada Senin (18/1) malam.

"Di dalam brankas dia (Mama Yola) ada uangnya Rp 30 juta hingga Rp 40 juta.
Sudah kita sita," kata Dir Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Eko Daniyanto di Polda Metro Jaya, Jumat (22/1).

Selain menyita sejumlah uang, pihaknya juga akan memblokir rekening Mami Yola. Total ada 3 rekening yang dimilikinya.

"Kita temukan ada 3 rekening milik dia. 2 rekening BCA, dan satu BNI.
Ini insya Allah satu rangkaian, dan insya Allah kita akan blokir " tuturnya.

Di rekening Mama Yola, polisi menemukan duit miliaran rupiah. Diduga Mama Yola bandar besar di Berlan. Selain itu, dua pengeroyok polisi tewas dibedil. 1 Orang ditangkap di Menteng dan beberapa lainnya masih buron.

3. Johar Baru




Rusun Baladewa di kawasan Johar Baru salah satu tempat tersohor sarang narkoba, terutama putaw.
Kawasan Rusun Baladewa kerap dijadikan tempat transaksi maupun pemakaian barang haram tersebut, baik oleh warga rusun maupun warga yang datang luar.

Namun, untuk mendapatkan barang tersebut bagi warga luar yang baru datang sudah pasti tidak akan bisa memperolehnya jika tidak mempunyai kenalan, baik teman maupun saudara yang tinggal di rusun. Untuk kasus overdosis pun sudah sering terjadi di kawasan itu. Tak hanya itu, Johar juga dikenal banyak peredaran narkoba.

Kapolsek Johar Baru Kompol Wiyono menuturkan, tiap satu bulan pihaknya menangkap puluhan orang pengguna ataupun pengedar narkoba. Umumnya jenis narkoba yang diedarkan dan digunakan adalah sabu-sabu.

"Polsek Johar Baru rata rata per bulan 10 orang ditangkap dalam kasus penyalahgunaan narkoba sebagai pengedar maupun pemakai," ujar Wiyono di Jakarta, Sabtu (23/1).

Fakta teranyar, polisi terlibat baku tembak di Jalan Narada, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat dengan terduga pelaku pengeroyokan terhadap petugas Polsek Senen di Kampung Berlan, beberapa waktu lalu.

Polisi menduga pelaku berinisial R itu menggunakan pistol hasil rampasan Kanit Narkoba Polsek Senen Iptu Prabowo yang dibacok saat penggerebekan di Berlan.

Ternyata selain memiliki senjata api, R yang ditembak mati juga disebut memiliki banyak peluru saat baku tembak terjadi.

Pria bertato ini diperkirakan memiliki 60 butir peluru di lokasi tempat dia berlindung. R diketahui salah satu pemakai dan pengedar narkoba di kawasan itu.
Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment