TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman January 27, 2016 | Kemaleman | Komentar
Polisi Selingkuh Dengan Pelajar SMA
Seorang bapak asal Merak, Kota Cilegon, menuliskan keluhannya terhadap ulah seorang polisi di forum Kaskus. Dia menyatakan anak perempuannya yang masih di bawah umur diperlakukan tidak pantas oleh seorang polisi.

Orangtua dari seorang anak menulis dengan akun Delis76. Dia menceritakan dan mengunggah fotofoto perilaku kelakuan polisi itu terhadap anak perempuannya. Dia juga mengaku telah melaporkan kasus itu ke Propam Polres Cilegon.

Dia menyatakan, anak perempuannya masih berumur 16 tahun berubah sikap setelah bergaul dengan seorang polisi berinisial MAS berpangkat Briptu. Dia diketahui berdinas di Polres Cilegon dengan nomor registrasi 87110528.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Merak, Kompol Muhamad Yosa mengatakan, Briput MAS telah pindah tugas ke Polres Cilegon. Dia mengakui telah menerima laporan terkait kasus itu.

"Itu yang bersangkutan sudah anggota polres, tidak di polsek lagi, saya sudah monitor. Yang bersangkutan ibunya sudah melapor ke polsek, sudah kami terima. Namun karena anaknya masih di bawah umur, jadi kita arahkan ke Polres Cilegon," kata Kompol Yosa.

Yosa melanjutkan, karena terlapor adalah polisi, maka kasus itu ditangani Propam Pores Cilegon.

Berikut ini adalah tulisan diunggah orangtua korban di situs Kaskus:

Oknum Polisi Cilegon.

Assalamu'alaikum, selamat malam untuk semua kaskuser banten dan seluruh wilayah.

Saya adalah seorang ayah dari seorang putri yang kini menginjak usia 16 tahun, dan masih sekolah di sebuah SMA swasta terkenal di Cilegon.

Saya tinggal berjauhan (menjadi TKI) dengan putri kesayangan semenjak 2007. Namun tetap komunikasi berjalan lancar. Namun memang apa yang terjadi di Indonesia terkadang tidak sepenuhnya dapat saya monitor. Termasuk peristiwa yang akan saya ceritakan di forum ini, tidak ada maksud apa-apa. Namun barangkali ada masukan dan usulan yang bisa jadi bahan pertimbangan kami untuk melakukan langkah apa yang harus kami ambil.

Berikut ceritanya,

Anak kami berkenalan dengan seorang oknum polisi bernama Briptu M.A.S. Bertugas di kesatuan Polres Cilegon dengan nomor registrasi 87110528. Semenjak anak kami mengenal oknum tersebut, tingkah laku dan perangainya berbeda dari sebelumnya. Bahkan dia berani memposting adegan berduaan yang tidak sepantasnya difoto untuk seorang siswa dan juga seorang oknum polisi.

Briptu MAS adalah polisi yang sudah beristri dan tinggal di Tangerang. Kami sudah menghubungi istrinya dan beliau bersedia menjadi saksi jika dipanggil oleh pihak berwenang. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas kelakuan suaminya terhadap anak kami.

Briptu A., demikian anak kami menyebutnya, kerap kali melakukan tindakan kasar terhadap anak kami. Dan kerap mengirim SMS supaya anak kami bolos dari sekolah untuk menemuinya (sms kami simpan sebagai bukti). Juga foto-foto kami save jika suatu saat diperlukan. Dari cerita anak kami tersebut tentang hubungan mereka yang kurang lazim, antara anak di bawah umur dengan seorang polisi yang sudah beristri, juga terhadap perubahan sikap anak kami, maka kami berinisiatif melapor ke pihak kepolisian dengan perasaan sedikit was-was tidak akan dianggap laporan kami.

Pertama, istri saya melaporkan tindakan perbuatan tidak menyenangkan dan perbuatan mengajak perbuatan mesum dengan anak kami ke Polsek Merak, Cilegon. Namun di sana istri tidak dibuatkan bukti laporan, tapi disuruh melaporkan kasusnya ke Polres Cilegon, karena yang bersangkutan dinas di Cilegon. Padahal kegiatan yang dilakukan oknum tersebut terjadi di wilayah Polsek Merak. Namun kami masih berharap adanya keadilan buat kami. Maka hari berikutnya istri melaporkan kasus ini ke Polres Cilegon. Namun apa daya, di sana pun tidak dibuatkan bukti pelaporan. Hanya istri disuruh menghadirkan dua orang saksi. Akhirnya istri pulang dengan tangan hampa, dan mengadukan ini kepada saya.

Sampai sekarang kami masih mencoba mencari keadilan. Kami sedang mencari alamat Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk mendapat bantuan hukum. Namun kami tidak menemukan alamatnya di Cilegon.

Barangkali ada yang pernah mengalami kasus serupa, kami mohon masukannya.

Terima kasih atas bantuan dan perhatiannya.

Salam kami dari orangtua yang sedang mencari keadilan

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment