Astaga ! Perempuan Ini Enjoy Saat Begituan Dengan Ayah Kandung
Sebuah pengakuan dari seorang perempuan berusia 24 tahun bernama Natasha Roses ini mungkin bisa membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Sebab, wanita asal Vancouver, Kanada itu mengaku pernah menikmati masa-masa saat "begituan" dengan ayah kandung. Astaga…..

Natasha menuturkan, dia memiliki hubungan badan dengan ayahnya setelah menemukan ketertarikan saat mereka berkumpul kembali. Kisahnya berawal ketika Natasha masih berusia 19 tahun dan hubungannya dengan sang ibu memburuk.

Natasha yang tumbuh di Vancouver memang tak pernah mengetahui ayahnya yang hidup di Jamaika. Namun, setelah sempat berbicara melalui telepon, Natasha menemui ayahnya di Jamaika dan selama dua tahun ini bolak-balik ke negeri asal musik reaggae itu.

Natasha pun menyebut antara dirinya dan ayahnya tiba-tiba terasa ‘nyambung’ karena memiliki banyak kesamaan. “Saya mabuk oleh kesamaan yang tak pernah saya bagi dengan ibu ataupun saudara kandung,” tuturnya. “Tahu-tahu saya punya teman. Begitu mudah. Saya punya orang tua impian dan merasa seperti di bulan.”

Sang ayah pun mulai membuat Natasha kagum dengan makanan-makanan mahal. Natasha juga mulai merasa bahwa dia tertarik pada ayahnya. Namun, itu masih baru kunjungan pertama.

Natasha baru mulai ‘bobok bareng’ dengan ayahnya pada kunjungan kedua. Betapa terkejutnya dia ketika merasa ada ketertarikan dengan ayahnya.

Alih-alih Natasha mampu membuang jauh-jauh perasaannya, justru gelora itu semakin lama malah menjadi-jadi. Baru saat kunjungan ketiga ke Jamaica Natasha mulai melakukan kontak secara fisik dengan ayahnya. “Ini memang sangat sulit dipercaya,” katanya. “Tapi ini nyata.”

Natasha memang mengaku lepas kontrol. “Ini seperti mimpi buruk di mana kamu berteriak dan tak ada orang mendengarmu. Kamu tanpa daya dan tahu itu,” ucapnya.

Meski demikian wanita yang menggeluti kesusastraan itu akhirnya memang merasa sakit luar dalam akibat hubungan terlarang. Dia sampai merasa jijik dan benci terhadap diri sendiri.

Namun, justru ayah Natasha menasihatinya. “Kau akan baik-baik saja,” kata Natasha menirukan ucapan ayahnya.

Sampai-sampai Natasha merasa terbebani untuk pulang ke Kanada sehingga sementara waktu tinggal di Jamaika, “Aku tak ingin pulang ke rumah karena aku tahu ibu akan punya banyak pertanyaan. Jadi aku masih tinggal di Jamaika untuk beberapa waktu, yang tergelap di hidupku,” sesalnya.

Kini Natasha memang tak lagi berhubungan lagi dengan ayahnya sejak peristiwa itu. Ia juga menjalani terapi karena pengalamannya yang menimbulkan trauma. “Akhirnya aku bisa memahami diriku sendiri, bahwa ketertarikanku telah menuntun pada kegagalanku,” katanya.(mirror/ara/jpnn)


0 comments:

Post a Comment