TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman December 27, 2015 | Kemaleman | Komentar
Terharu! Perjuangan Bocah Penjual Tikar di Ragunan, Demi Mendapatkan Uang Untuk Biaya Sekolah nya


Banyak pedagang memanfaatkan keramaian pengunjung tempat wisata Kebun Binatang Ragunan saat libur akhir pekan pada Sabtu (26/12) hari ini.

Salah satunya pedagang tikar sebagai alas duduk pengunjung yang ingin melihat hewan-hewan langka di Ragunan.

Ia adalah Epsan (10) yang berjualan untuk membantu orang tuanya berdagang tikar-tikar bekas yang dijual kepada pengunjung Kebun Binatang Ragunan. Satu tikar dijual seharga Rp 5.000.

"Kalau ambil dari sana Pak Mawih harga Rp 3.000, kita jual Rp 5.000 saja," kata siswa SD Negeri 08 Ragunan saat ditemui merdeka.com di lokasi, Sabtu (26/12).

Epsan mengaku berjualan saat libur sekolah untuk mendapatkan uang jajan tambahan.
Sedangkan, orang tuanya, Ahmad dan Sari juga berjualan tikar dan minuman ringan di Ragunan.

"Bantu orang tua saja, lumayan dapat jajan buat sekolah.
Bahan tikarnya bawah ada kardus dan atasnya plastik gitu," ujar anak kelas 5 SD ini yang menawarkan tikar di tempat parkir.

Sementara ibu Epsan, Sari (40) mengaku hasil berjualan tikar untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan buat biaya sekolah anak-anak.

Jual tikar, kata dia, harus setoran dengan pemasok atau pembuat tikar yang berlokasi di dekat Terminal Bus Transjakarta, Ragunan.

Menurut dia, keuntungan yang diperoleh tidak menentu. Sebab, keramaian pengunjung di Ragunan hanya pada hari libur.

"Biasanya ambil satu iket itu isinya 50 tikar, sehari bisa untung Rp 75.000 saja.
Sistemnya setoran sama bos," kata dia warga Ragunan ini.

Namun, jika pengunjung sudah sepi, lanjutnya, tikar yang sudah dipakai diambil kembali.
Tikar bekas pengujung bisa dibersihkan dan dijual kembali.

"Kadang ada yang dikembalikan lagi, daripada sampah banyak kan.
Kita ambil lagi saja nanti diperbaiki buat dijual lagi," ujar perempuan berusia 40 tahun ini.
Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment