TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman November 12, 2015 | Kemaleman | Komentar
Tragis ! Wanita Cantik Ini Diperkosa 30 Lelaki Setiap Hari Selama 4 Tahun
Seorang wanita muda bernama Karla Jacinto mengaku diperkosa 30 pria hidung belang setiap hari selama 4 tahun. Wanita muda berusia 23 tahun ini adalah korban perdagangan manusia lintas negara di Mexico.

Karla mengatakan, jika ditotal maka dia memperkirakan diperkosa sebanyak 43.200 kali selama 4 tahun. Karla menyebut, sejak kecil dia disiksa dan seperti tak diterima sebagai anak oleh sang ibu.

Bahkan, Karla sudah mengalami pelecehan seksual ketika dirinya baru berusia 5 tahun. Ia dicabuli oleh kerabatnya sendiri.

“Saya mengalami pelecehan seksual dan dianiaya dari umur 5 tahun oleh seorang kerabat. Saya berasal dari keluarga berantakan,” ucap Karla, seperti dilansir CNN, Rabu (11/11/2015).

Dikatakan Karla, ketika usianya menginjak 12 tahun, menjadi korban sasaran pelaku perdagangan manusia. Karla terbujuk dengan rayu dan dan kata-kata manis seorang pria yang ternyata pelaku Trafficking.

Awalnya, lanjut Karla, pria itu mengajak jalan-jalan hingga akhirnya Karla jatuh cinta. Karla pun menyerahkan kegadisannya kepada pria itu. Namun setelah itu, Karla justru dipaksa menjadi pelacur.

Setekah menjadi pelacur, Karla hamil di usia 15 tahun. Dia pun melahirkan bayi tanpa ayah yang jelas. Bayi tersebut menjadi ‘sandera’ oleh sang germo.

Karla dipaksa untuk terus menjadi pelacur dengan ancaman bayinya akan dilukai dan dibunuh jika permintaan itu tak dipenuhi. Karla tak bisa berbuat banyak hingga menuruti semua kemauan germo.

Akhirnya, Karla berhasil diselamatkan oleh operasi anti perdagangan manusia pada 2006 di Mexico City. Setelah bebas, Karla kemudian membeberkan kejadian kelam yang dialaminya di lokalisasi.

Bisnis prostitusi beroperasi di antara kota-kota di Meksiko tengah dengan kota seperti Atlanta dan New York, Amerika Serikat.
Pejabat Meksiko dan Amerika Serikat menunjuk sebuah kota di Meksiko tengah yang bertahun-tahun menjadi pusat jaringan perdagangan manusia dan sebuah tempat para korban dipaksa menjadi pelacur. Kota itu adalah Tenacingo.

Susan Coppedge, Duta Besar Departemen Luar Negeri AS dalam Bidang Pemberantasan Perdagangan Manusia, mengatakan, meskipun memiliki populasi sekitar 13.000, Tenacingo mempunyai reputasi besar dalam hal prostitusi dan mucikari. “Itulah yang terjadi di kota itu. Itu industri mereka,” kata Coppedge. (one/cnn/pojoksatu)

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment