TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman October 23, 2015 | Kemaleman | Komentar
Selamat! Untuk PT KAI yang Sukses Menerapkan Teknologi nya


JAKARTA - Di era teknologi informasi di zaman modern yang berkembang semakin cepat, PT Kereta Api Indonesia (KAI) tak ingin tertinggal.

Mereka pun harus mengimplementasikan penggunaan IT di tubuh perusahaan sehingga meningkatkan pelayanan publik.

Arief Setiawan, VP Enterprise Resource Planning, mengatakan, PT KAI Persero telah meng-enabler IT di dalam tubuh perusahaan dan mampu menjadi penggerak bisnis serta merealisasikan visi perusahaan menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik.

Salah satu yang paling sukses dan kini terus digunakan yakni Rail Ticketing System (RTS).

"Melalui RTS, KAI ingin menyediakan fasilitas pemesanan dan pembayaran tiket kapan saja dan di mana saja sehingga memudahkan konsumen," ucap Arif saat sesi media brefing di Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Penerapan RTS, lanjutnya, bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas biaya serta menciptakan nilai bisnis baru bagi perusahaan.

Hasil dari penerapan teknologi tersebut, diakuinya, telah meningkatkan jumlah penumpang KA dari sebelumnya. Loket untuk penjualan tiket berkurang sebab mengandalkan mekanisme pembelian secara online dan lainnya.

SAP berperan dalam mewujudkan ekosistem teknologi di dalam tubuh KAI. Perusahaan pemerintah tersebut menggunakan beberapa layanan teknologi dari SAP untuk menunjang kinerja perusahaan.

"Sejumlah layanan SAP yang kami gunakan adalah SAP Fico, SAP MM/PM, dan SAP Payroll untuk penggajian karyawan," ucap Arief lagi.

Teknologi SAP Fico, kata Arief, digunakan untuk memperbaiki administrasi dan pelaporan keuangan.
Sementara SAP MM/PM dipakai untuk mengefisienkan penggunaan inventory dan perawatan.

Sementara itu Megawaty Khie, VP & Managing Director SAP Indonesia, mengatakan, sampai saat ini memang perusahaannya memiliki fokus untuk mengoptimalkan kinerja pemerintah melalui teknologi.

"Sekarang ini layanan ERP (enterprise resources planning) yang diberikan SAP tidak hanya fokus pada sektor manufakturing, telko, tetapi juga BUMN dan Kementrian," ucap Megawaty.
Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment