PEOPLE ARE...

Kemaleman October 23, 2015 | Kemaleman | Komentar
Eks Hotel Termewah di Cirebon Terbengkalai 18 Tahun, Miris!


Grand Hotel, bekas hotel termewah di Kota Cirebon, Jawa Barat, tampaknya masih akan dibiarkan seperti tak bertuan.

Meski sudah dibereskan seluruh rumput ilalang dari lahan seluas 9.400 meter tersebut, belum ada tanda-tanda jika eks Grand Hotel bakal dibangun kembali.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cirebon belum mencatat jika di atas lahan ini akan dibangun sebuah bangunan baru.

“Belum ada pemilik, investor atau siapa pun yang berencana membangun di atas lahan eks Grand Hotel,” kata Kepala Bidang Fisik dan Lingkungan Bappeda Kota Cirebon Arief Kurniawan, Rabu, 21 Oktober.

Padahal, kalau akan dibangun sebuah bangunan baru, dan dengan letak di Jalan Siliwangi, maka bangunan ini akan memiliki nilai tersendiri.

“Mungkin karena sengketanya belum selesai, sehingga penentuan siapa pemilik resminya belum mencapai final. Kalau sudah ada pemiliknya, mungkin suatu saat nanti juga akan dibangun,” ujarnya.

Dengan letak yang sangat strategis, eks Grand Hotel sebenarnya banyak luput dari perhatian warga sekitar.
Kalau bukan warga yang mengetahui persis jika di lokasi ini pernah ada sebuah hotel yang cukup mewah, maka dia tidak akan mengetahuinya.

Karena, dengan pintu gerbang setinggi hampir dua meter yang selalu menutup setiap harinya, tidak memungkinkan sembarangan orang untuk bisa mengintip ke dalam.

Walaupun kadang di hari tertentu pintu gerbang ini terbuka sedikit, tapi banyak warga yang tak peduli dan tidak memperhatikan.

Dulu, ketika hotel masih berdiri, sempat dirancang hotel ini akan dibangun sebagai hotel untuk para dai dan ulama. Rencananya, di hotel ini akan dibangun Islamic Centre karena saat itu Islamic Centre di Masjid At-Taqwa belum berdiri.

Namun, sengketa lahan yang tidak terbendung akhirnya membuat rencana ini berantakan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Cirebon Yuyun Wahyu Kurnia mengatakan, dengan berlokasi di jalan yang strategis sebenarnya akan membuat bangunan di atasnya cukup menyita perhatian.

“Menurut saya, dengan dibukanya akses tol Cipali dan nanti akan dibangun pula Bandara Kertajati, maka keberadaan bangunan ini jika dibangun sebuah hotel kembali akan cukup laris.

Hanya, saran saya kalaupun akan dibangun hotel haruslah menunjukkan kekhasan Cirebonnya,” ujar Yuyun.
Menurutnya, jika akan dibangun sebuah hotel tapi ternyata konsepnya masih sama dengan hotel-hotel lainnya yang hampir tidak memiliki identitas murni maka tidak akan berhasil.

“Sebab, sejauh ini di Kota Cirebon tidak ada hotel yang memberikan konsep khas Cirebon. Semuanya rata, begitu-begitu saja,” ujarnya.

Untuk itu, Yuyun meminta pemilik lahan yang sedang bersengketa untuk duduk dan berbicara satu sama lain untuk memecahkan siapa sebenarnya yang berhak mengelola lahan ini.

“Eks Grand Hotel sudah terlalu lama dibiarkan terbengkalai, hampir 18 tahun. Kalau dirupiahkan, berapa kerugian yang timbul jika lahan ini dibiarkan terbengkalai selama 18 tahun?” ujarnya.
Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment