TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman October 22, 2015 | Kemaleman | Komentar
Cegah Pembekuan Darah dengan Langkah-langkah Berikut Ini


Jika Anda termasuk salah satu orang yang suka untuk tidak bergerak dalam jangka waktu yang lama, sepertinya sudah saatnya Anda mengubah kebiasaan tersebut.

Sebab, tidak bergerak dalam waktu yang lama dapat memicu terjadinya trombosis, proses pembekuan darah yang menyumbat pembuluh darah makhluk hidup.

Ciri-ciri terjadinya penyumbatan darah pada vena adalah pembengkakan pada salah satu kaki dan juga perubahan nyata pada warna kulit.

"Sedangkan untuk penyumbatan vena pada paru-paru adalah sesak napas, nyeri dada, denyut jantung terasa lebih cepat dan batuk berdarah.

" kata Ahli Hematologi dan Onkologi Medik RS Cipto Mangunkusumo/Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM, FINASIM.

"Trombosis dapat dihindari dengan dua cara, yaitu dengan pencegahan (preventif) dan pengobatan (kuantif)," lanjut dr Cosphiadi di sela-sela Media Diskusi 'Waspada Darah Beku' di Doubletree Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).

Nah, berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya trombosis di antaranya:

1. Sebelum menjalani operasi, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter Anda mengenai bekuan darah,

2. Jika Anda menjalani perawatan di rumah sakit, atau sedang dalam perawatan luka yang cukup serius tanyakan kepada dokter apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya trombosi vena,

3. Ikuti instruksi yang diberikan dokter Anda,

4. Lakukan olahraga bergerak setelah duduk dalam waktu lama,

5. Lakukan gerakan relaksasi pada tungkai bawah kaki saat duduk dalam perjalanan yang panjang,

6. Pertahankan berat badan ideal,

7. Ketahui riwayat keluarga tentang bekuan darah,

8. Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki faktor risiko lain mengenai trombosis vena dalam.

dr Chospiadi menuturkan, bagi Anda yang sudah mengalami trombosis, tak perlu khawatir karena trombosis masih bisa disembuhkan total.

Trombosis dapat ditanggulangi dengan pengobatan menggunakan obat-obatan sesuai dengan resep dokter.

"Contoh pengobatan yang dapat digunakan untuk membantu penyembuhan trombosis adalah dengan antiplatelet, antikoagulan dan trombolitik," ujar dr Chospiadi.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment