TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman October 20, 2015 | Kemaleman | Komentar
Kapolri Sebut Sangat Bodoh Sekjen Provokasi Jakmania Serang Bobotoh Pendukung Persib
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Jakmania, Febrianto diciduk oleh satuan reskrimum Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan terkait aksi penyerangan Jakmania kepada pendukung Persib atau bobotoh jelang final piala presiden, Minggu (18/10) malam. Febrianto ditangkap lantaran diduga telah melakukan provokasi kepada Jakmania untuk melakukan penyerangan kepada para bobotoh.

Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menduga Febrianto memang memiliki niatan untuk membuat keributan yang besar. Badrodin bahkan sudah memerintahkan Polda Metro Jaya untuk menciduk dan memproses pelaku.

"Saya pikir pasti ada (skenario besar) tidak mungkin tidak ada. Indikasinya sudah kelihatan, saya minta Polda Metro Jaya kejar pelakunya sampai ketangkap," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/10).

Badrodin mengungkapkan aksi pelemparan dan perusakan di sejumlah titik di Jakarta terjadi lantaran adanya provokasi. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi jika tidak ada aksi provokasi.

Atas hal tersebut, Badrodin pun menyayangkan sikap Febrianto sebagai salah satu petinggi Jakmania. Bahkan, dia menyebut perilaku Febrianto bodoh dan tidak pantas dilakukan oleh seorang Sekjen.

"Itu kalau memang dilakukan tujuannya apa kalau tidak provokasi. Tidak layak dalam tingkatan seperti itu pimpinan organisasi melakukannya. Level sekjen melakukan seperti itu sangat bodoh dan harus ditindak tegas," pungkas Badrodin.

Sebelumnya, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menjelaskan Febrianto diamankan semalam sekitar pukul 20.00 WIB. "Saat diamankan, dia juga mengaku sebagai wartawan media online," ujar Krishna.

Krishna menjelaskan, Febrianto pada (11/10) lalu, melalui akun twitter @bung_febri memposting berita provokasi yang intinya menolak Persib untuk bertanding di Jakarta.

"Dari hasil mapping, ditemukan adanya komunikasi antara yang bersangkutan dengan korwil Kebayoran yang bernama Doni. Doni pun membenarkan adanya penyerbuan terhadap pendukung Persib," paparnya.

Dan jika memang Febrianto terbukti terlibat, maka dirinya akan dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 160 KUHP.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment