TERBARU

PEOPLE ARE...

Kemaleman October 23, 2015 | Kemaleman | Komentar
4 Unit Bisnis MNC Group Jadi Top 100 Most Valuable Brand 2015, Mantab!


Sebanyak empat unit bisnis MNC Group menerima penghargaan dalam ajang Indonesia's Top 100 Most Valuable Brand 2015.

Keempat unit bisnis MNC Group tersebut terdiri dari PT MNC Investama Tbk, PT Global Mediacom Tbk, PT Media Nusantara Citra Tbk, dan PT MNC Sky Vision Tbk.

Penilaian atas penerima penghargaan tersebut dilakukan oleh lembaga penilai merek yang berbasis di London, Inggris.

Penerima award dari empat unit bisnis MNC Group ini diwakili oleh Deputy CEO PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) Yudha Wibawa.

Dirinya mengatakan, MNC Sky Vision merupakan salah satu brand value yang terbaik di mata masyarakat. Untuk Global Mediacom merupakan holding company dari MNC Sky Vision.

"MNC Sky Vision tahun ini mendapatkan penghargaan untuk yang kedua kalinya.
Ke depannya untuk MNC Sky Vision setelah mendapatkan penghargaan ini, kita merasa sangat tersanjung untuk mendapatkan ini.

Ke depan, jangan sampai turun dan akan terus mempertahankan serta bisa mendapatkan award ini," ujar Yudha, dalam acara Indonesia's Top 100 Most Valuable Brand, di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Untuk terus mendapatkan prestasinya, Yudha melanjutkan, tentu pihaknya menjaga service dan royalty ketika value dari produk-produk, mengkontribute tingginya valuable dari brand.

"Selain meningkatkan brand value, ke depannya kualitas produk harus bagus.
Karena tidak gampang bersaing dengan brand-brand terkenal," ucapnya.

Yudha menjelaskan, MNC Sky Vision dengan brand value sebesar USD121 juta atau Rp1,5 triliun, Media Nusantara Citra sebesar USD318 juta atau Rp3,5 triliun. Sedangkan MNC Investama sebesar Rp180 miliar, dan Global Mediacom sebesar USD17 juta atau Rp200 miliar.

"Penilaian ini berdasarkan sumber primer dan sekunder dari produk dan perusahaan publik yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) yang meliputi keuangan, riset analis, pajak, pergerakan saham, proyeksi bisnis perusahaan, atau informasi dari pegawai," ungkapnya.

Keterangan tersebut dikompilasikannya agar bisa memvaluasi suatu merek melalui pendekatan Royalty Relief, dimana metode ini digunakan untuk menentukan nilai royalti yang bersedia dibayar oleh perusahaan lain ketika menggunakan lisensi merek tersebut.

Pendekatan ini mampu mengestimasikan pendapatan yang akan diperoleh dengan menggunakan merek yang dimaksud, serta menghitung tingkat royalti yang akan dikenakan atas penggunaan mereknya.
Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment