PEOPLE ARE...

Kemaleman September 15, 2015 | Kemaleman | Komentar
Suamiku, Semudah Inikah Aku Dicampakkan Demi Wanita Lain ?
Bercerai, dicampakkan, dan dikhianati, merupakan beberapa ketakutan yang dimiliki setiap manusia, khususnya wanita. Meski dalam beberapa kasus, masalah tersebut hadir dengan peringatan sebelumnya, namun Anda tetap tidak akan siap untuk menghadapinya bukan? Sama halnya dengan Michelle Young, yang membagikan kisah pahitnya pada dailymail.co.uk. Pernikahan yang masih seumur jagung harus berakhir begitu saja saat sang suami mengaku bahwa ia mencintai wanita lain.

Cinta pada pandangan pertama. Itulah yang dirasakan oleh Michelle Young saat pertama kali bertemu dengan Alan Hoffman dalam suatu kencan buta pada Januari 2004 lalu. “Saat itu aku bekerja di Clinton Cards, Basingstoke. Salah satu rekan kerjaku mengenal Alan dan ia memperkenalkan kami berdua karena menurutnya kami akan sangat cocok. Aku dan Alan pun bertemu untuk nonton film di bioskop dan makan malam. Sebagai mantan tentara, Alan sangat supel dan percaya diri. Sementara aku cenderung pemalu. Namun tanpa disangka, komunikasi kami berjalan dengan baik, begitu pula dengan hubungan kami,” cerita Michelle.

Pada hari Natal tahun 2004, Alan pun melamar Michelle. “Dia memberiku beberapa kotak dengan berbagai ukuran. Dalam kotak yang paling kecil ada sebuah cincin emas cantik yang dihiasi 3 berlian. Aku sangat gembira dan terharu. Saat itu yang kurasakan adalah rasa tidak sabar untuk segera menikah dengannya,” kenangnya.

Lamaran itu terjadi 6 tahun sebelum akhirnya pasangan ini membicarakan tentang pernikahan. “Meskipun aku sedikit gugup, namun aku sudah lama menantikan datangnya hari ini. Alan dan aku akhirnya mengikat tali kasih setelah 7 tahun bertunangan, maka tentu saja ini sangat penting bagiku,” cerita Michelle. “Kami hanya mengundang 70 orang yang merupakan keluarga dan teman dekat. Aku mempersiapkan segala sesuatunya sendiri, termasuk membuat undangan, mendekorasi meja, dan mempersiapkan souvenir pernikahan. Aku memilih sendiri gaun dengan potongan leher rendah. Sementara kue pernikahan dipersiapkan oleh rekan kerjaku,” tambahnya.

Seharusnya aku sudah tahu dari awal namanya disebut, bukan?

Pada kesempatan itu pula, Alan yang bekerja di sebuah toko meminta izin Michelle untuk mengundang teman-temannya. Menurut Michelle, Alan sering sekali membicarakan rekan kerjanya di toko, jadi Michelle akan senang sekali jika mereka hadir di hari spesialnya. Meskipun Michelle tidak masalah jika Alan mengundang teman-temannya, namun ia merasakan firasat aneh saat Alan mengatakan bahwa Gemma, salah satu rekan kerjanya juga akan hadir.

Alan dan Michelle menikah pada September 2012, dengan 7 pengiring pengantin wanita dan 3 pengiring pengantin pria. “Hari itu sangat mengagumkan, terutama saat kami mengucapkan janji pernikahan di hadapan semua tamu. Meski aku merasa sangat bahagia, namun aku juga tetap menyadari saat beberapa kali Alan menghilang untuk bercengkerama dengan teman-temannya, termasuk Gemma. Beberapa kali aku juga melihat Gemma sedang melirik ke arahku. Aku mencoba untuk menyingkirkan semua pikiran negatif. Aku berusaha meyakini bahwa ia hanya ingin bersikap ramah pada teman-temannya. Selain itu, dia kan baru saja menikahiku,” katanya.

Namun tidak lama setelah tinta mengering di buku nikah keduanya, Alan mulai menunjukkan perubahan sikap. Ia tampak mulai menjaga jarak dengan Michelle, bahkan kurang tertarik dalam berhubungan suami istri. “Awalnya aku kira itu karena ia terlalu lelah bekerja. Namun kemudian dia mulai sering menyebutkan nama Gemma dalam percakapan kami. Mereka sangat sering bertemu. Instingku berkata bahwa ada yang tidak beres. Aku tidak ingin membuat masalah dengan berpikiran yang tidak-tidak, namun aku merasa terancam oleh keberadaan Gemma.”

“Ia lebih muda, lebih langsing, dan lebih cantik dibanding aku. Aku sangat tidak nyaman jika membayangkan mereka sedang berduaan di rumah kami. Aku pernah menanyakan pada Alan apakah ada sesuatu di antara mereka. Namun Alan justru menertawakan kekhawatiranku. Gemma juga sudah punya kekasih, jadi menurut Alan lucu jika aku bertanya seperti itu. Meski Alan terus menekankan bahwa tidak ada hubungan apa-apa antara ia dan Gemma, tentu saja aku tetap merasa cemburu. Mau tidak mau aku mencoba untuk memendam kekhawatiran ini dalam-dalam,” kata Michelle.

“Lalu kekhawatiranku menjadi kenyataan…”

Namun pada Januari 2013, sepulang dari kerja, Alan mengatakan pada Michelle bahwa ada yang perlu dibicarakan. Pada kesempatan itulah Alan mengakui bahwa ia sudah tidak mencintai Michelle lagi. “Ia mengatakan, ‘aku tidak mencintaimu lagi’, dan itu membuat hatiku hancur berkeping-keping. Ia juga mengatakan bahwa segala sesuatunya terasa tidak tepat kini. Usia kami terpaut cukup jauh, sehingga aku terasa lebih cocok menjadi adik dibanding istrinya. Pengakuannya menghantamku keras-keras, meski aku tahu itu adalah isi hatinya yang sebenarnya. Namun dari cara bicaranya, aku tahu bahwa ia belum mengungkapkan semua isi hatinya. Aku pun bertanya apakah ada wanita lain yang dicintainya? Alan mengangguk. Aku bertanya lagi, apakah wanita itu Gemma? Dan Alan mengangguk lagi. Hatiku semakin hancur,” kenang Michelle sedih.

Alan bersumpah bahwa belum ada hubungan apapun dengan Gemma. Namun ia sudah mengakui perasaannya pada Gemma, dan Gemma mengaku bahwa ia memiliki perasaan yang sama. Alan juga mengatakan bahwa ia ingin melihat ke mana hubungannya dengan Gemma berjalan. “Hatiku hancur. Kami baru saja menikah beberapa bulan, namun ia sudah meninggalkan aku demi wanita lain. Ada begitu banyak hal yang aku pikirkan. Aku juga tidak yakin aku bisa mempercayai apa yang ia katakan. Maksudku, bagaimana bisa kamu meninggalkan wanita yang sudah bersamamu selama 8 tahun terakhir demi wanita yang bahkan belum pernah kamu cium? Lebih buruknya lagi, ada beberapa orang yang mengatakan bahwa mereka sering melihat Alan sedang bersama Gemma. Mereka berdua selalu bersama-sama.”

Lalu apa yang dilakukan oleh Michelle selanjutnya?

Meskipun patah hati, Michelle mencoba untuk tetap menjaga martabatnya dan menjaga hubungan baik dengan Alan. Michelle bahkan menawarkan diri untuk keluar dari rumah itu, agar Alan tidak perlu pindah. Michelle pun akhirnya keluar dari rumah itu dan tinggal bersama Tomi sahabatnya. Ia masih menjaga komunikasi dengan Alan.

Beberapa bulan kemudian, Alan bercerita bahwa Gemma telah memutuskan hubungan dengan kekasihnya, dan bahwa mereka telah bersama. Sekarang, setelah 2 tahun berlalu, Alan masih bersama Gemma, sementara Michelle sedang menunggu proses perceraiannya selesai.

“Aku mengalami patah hati yang luar biasa saat itu. Bagaimana tidak, pernikahan yang aku kira baik-baik saja, ternyata tiba-tiba harus berakhir. Kini aku sedang berusaha untuk melupakan masalah itu. Namun saat aku melihat foto pernikahanku, dan melihat kami bertiga sedang tersenyum ke arah kamera, hatiku masih terasa sakit,” tutupnya.

Di sisi lain, Alan membuat pengakuan yang cukup mengejutkan. Menurutnya, hubungan antara ia dan Michelle sudah berada di ambang kehancuran sebelum mereka menikah. Namun Alan terlalu takut untuk membatalkan pernikahan. Ditambah Michelle sudah habis-habisan mempersiapkan pernikahan mereka dengan total, hingga ia tidak tega untuk membatalkannya. “Aku sudah menyukai Gemma sebelum aku menikah. Namun tak lama setelah menikah, aku dan Gemma menyadari bahwa kami sangat saling menyukai satu sama lain. Sampai akhirnya aku menyadari bahwa meskipun aku telah menikah dengan Michelle, aku tidak ingin hidup bersamanya, karena aku mencintai wanita lain,” aku Alan.

Kejam? Mungkin. Kisah ini mengingatkan saya pada pikiran yang dulu pernah saya miliki. ‘Bagaimana jika kamu menemukan belahan jiwamu setelah kamu menikah?’. Dan nampaknya ini yang terjadi pada Alan, masuk akal bukan? Jika memang demikian, maka pasti Michelle juga akan segera dipertemukan dengan belahan jiwa yang sesungguhnya. Biarlah kisah ini tetap sekedar menjadi kisah, tanpa harus menimbulkan trauma atau ketakutan bagi Michelle dan pembaca semua.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment