PEOPLE ARE...

Kemaleman September 07, 2015 | Kemaleman | Komentar
Murid SD Joget ‘Seronok’ di Acara Perpisahan, Guru Malah Tertawa
Pesta perpisahan dan pembagian rapor kenaikan kelas di aula SDN 5 Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Bali dikecam orang tua murid. Diduga pihak sekolah menggelar hiburan berupa tarian joget bumbung seronok, dan menampilkan unsur dewasa.

Seorang penari yang berjoget mempertontonkan aurat dan mengajak salah seorang siswa yang masih berseragam Putih-merah ini goyang ngebor. Ironisnya, penari dewasa yang mengajak bergoyang ngebor ini, malah membuat para guru tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi muridnya yang nampak nafsu.

Kejadian tidak elok ini bahkan sempat diunggah di media sosial Facebook dan banyak dikritik netizen.

“Kepala sekolah dan guru-guru serta komite sekolah harus bertanggung jawab. Itu kegiatan gila. Sama saja sekolah telah mengajarkan moral bejat kepada siswa,” ujar Nur Hariri, warga Jembrana sekaligus tokoh LSM yang akrab disapa Akong, Senin (15/6).

Menurut Akong, Dinas Pendidikan dan DPRD Jembrana harus memanggil pihak kepala sekolah dan komite sekolah tersebut untuk mempertanggungjawabkan kegiatan tersebut. Bila perlu diberikan tindakan tegas.

Foto yang beredar ini pun mendapat respon beragam dari para netizen, ada yang mengatakan bahwa anak adalah peniru yang paling baik.

“Anak adalah peniru yg paling baik.Jadi semua kejadian yg melibatkan anak pada dasarnya adlaah manifestasi dari tindak tanduk orang dewasa dan lingkungan di sekitarnya.Kejadian semacam ini fenomena umum dalam masyarakat.Apa yg terjadi di Bali tidak menutup kemungkinan terjadi dibagian lain nusantara.Kearifan dan kebesaran hati orang tua untuk berbenah dan memperbaiki dirilah solusi untuk membuat hal2 semacam itu tidak terulang lagi.” tulis Rizky dalam komentarnya.

Netizen lain berkomentar bahwa tarian ini sudah terbiasa dipertontonkan,

“tarian itu sudah terbisa di pertontokan kayaknya, dan anak2 juga sudah sangat sering melihat, budaya ancur kok dipelihara sih, jangan2 karena semua termasuk aparat pemerintahan pada demen ya” tulis Ghofur.

Ada juga yang mengatakan bahwa ini merupakan tanggungjawab bersama,

“tanggung jawab bersama :) sekolah salah, tapi anaknya belajar darimana selain di sekolah? lingkungan keluarga dan tempat tinggal juga :)” tulis Diutri.

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment