PEOPLE ARE...

Kemaleman August 26, 2015 | Kemaleman | Komentar
Kepala Sekolah Pembohong ! Apa Untungnya Ibu Ini Memfitnah Kepala Sekolah ?
Prestasi anak berinsial Ra, siswa kelas 2 SD Negeri 150 Palembang, selalu masuk rangking lima besar di kelas tak menjadi pertimbangan Kepala SDN 150 Dra Mirahidaya MM. Rasya tetap diberhentikan. Alasannya sungguh tak masuk di akal sehat.

Ibunya, Dewi, mengatakan anaknya diberhentikan oleh Kepala Sekolah Mirahidaya karena Dewi meminta upahnya sebagai tukang bersih-bersih sekolah sebesar 500 Ribu Rupiah.

“Salah apa anak saya. Jika dia mau marah sama saya, silakan, tetapi jangan berhentikan anak saya karena ia masih mau sekolah,” kata Dewi, berkaca-kaca.

Dewi terlihat begitu sedih saat disambangi di kediamannya Jl Kol H Barlian Lr Mitra Haji 1. Dia tidak menyangka anaknya juga bakal diberhentikan dari sekolah itu setelah dia dipecat jadi tukang bersih-bersih.

Dewi mengakui hanya minta upahnya, ditambah gaji suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan yang telah mengecat Pos Satpam. Uang 500 ribu belum dibayar, dan kepala sekolah malah marah-marah.

Dewi memaparkan bahwa dia diberhentikan karena dia bolak-balik meminta gajinya sebagai tukang kebersihan di sekolah itu. Namun uang untuk makan serta kebutuhan sehari-hari tidak kunjung dibayarkan, malah anaknya yang terbilang juara di sekolah itu kena imbasnya.

Dewi ke sekolah karena anaknya belum pulang, padahal siswa lain sudah pada pulang. Dia melihat anaknya keluar dari ruang guru sambil membawa map berwana biru, berisikan surat pemberhentiannya.

Guru kelasnya juga berpesan kepada Dewi, supaya anaknya tidak usah masuk sekolah lagi. Saat itulah Dewi tahu kalau anaknya sudah diberhentikan sekolah.

Dewi merasa kecewa dan merasa diinjak-injak karena mereka miskin, padahal anaknya selalu 5 besar dalam kelasnya.

Akibat kejadian ini, Ra pun menjadi trauma untuk masuk ke sekolah itu lagi. Karena Ra ditunjuk-tunjuk kepala sekolah sambil mengatakan bahwa ibunya adalah orang jahat dan tidak sopan.

Ra juga bercerita, ia harus sembunyi-sembunyi jika ada Kepala sekolah sedang lewat di depannya, badannya terasa gemetaran karena takut kena marahi terus oleh kepala sekolah.

Sementara itu ketika dicoba konfirmasi ke SDN 150 di Jl Kol H Barlian, Kepala Sekolah Mirahidaya tidak bisa ditemui karena sedang tidak berada ditempat.

Seorang guru yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan, kepala sekolah tidak bisa ditemui karena banyak wartawan yang mencoba meminta konfirmasi.

Secara terpisah, petugas kantin sekolah yang tidak lain adik kandung Kepsek Mirahidaya terkesan menghalang-halangi ketika Tribun mencoba menemui kepsek.

Begitu juga seorang staf Tata Usaha yang disebut-sebut punya hubungan keluarga dengan Mirahidaya.

Tribun meluncur ke rumah Mirahidaya di kawasan Maskerebet, tetapi tidak bertemu. Dihubungi lewat ponsel, semalam, Mirahidaya, membantah telah memberhentikan Ra secara sepihak.

“Tidak benar R diberhentikan sepihak, kalau dia masih mau sekolah, ya, silakan saja masih diterima,” katanya.

Mirahidaya balik menuding Dewi, ibu Ra, sengaja menyebarkan fitnah dia telah memberhetikan Dewi dan suaminya dari pekerjaan di sekolah. Soal gaji, juga sudah dibayarkan kepada Dewi.

Namun, katanya, setelah gaji dibayar ternyata Dewi mengundurkan diri bekerja dengan memberikan surat pengunduran diri tanpa pamit dan menghadap kepada Mirahidaya.

Mirahidaya mengatakan bahwa isi map berwarna biru itu adalah surat panggilan orangtua, agar menghadap sekolah karena saat dia mengundurkan diri masih ada sejumlah barang sekolah yang belum dikembalikan dan diminta segera dikembalikan, seperti ember dan piring.

Jika Memang Pengaduan Ibu Itu Tidak Benar, Kenapa Kepala Sekolah Takut Dimintai Konfirmasi Oleh Wartawan. :v

Like Fanpage:

0 comments:

Post a Comment